Jose Mourinho: Jelas Kami Harusnya Dapat Penalti!

Tak hanya anak-anak asuhnya, sang manajer juga menyalahkan wasit Mark Clattenburg untuk kekalahan Manchester United dalam laga derby di Old Trafford.

Bukan cuma mengambinghitamkan para pemainnya, Jose Mourinho juga menyebut keputusan buruk wasit Mark Clattenburg ikut menjadi biang keladi kekalahan Manchester United dari Manchester City dalam laga derby di Old Trafford.

Duel panas yang mentas Sabtu (10/9) kemarin usai dengan kemenangan tim tamu 2-1 berkat gol-gol Kevin De Bruyne dan Kelechi Iheanacho. Zlatan Ibrahimovic mengurangi defisit Setan Merah menyusul blunder Claudio Bravo, tapi pasukan Mou tak mampu menyamakan kedudukan sampai akhir laga.

Selain blunder tersebut, Bravo yang baru melakukan debutnya untuk City sejak diakuisisi dari Barcelona beberapa kali hampir membuat kesalahan fatal lagi, dan Mourinho mengklaim insiden yang melibatkan kapten tim nasional Cile itu dengan Wayne Rooney di babak kedua seharusnya menghasilkan penalti untuk United, sekaligus kartu merah buat sang kiper.

Dalam episode itu Bravo coba melakukan kontrol, namun sentuhannya terlalu keras sehingga bola nyaris diserobot Rooney dan ia buru-buru melakukan tekel untuk mengantisipasi. Kendati terjadi benturan, Clattenburg tidak menganggap itu pelanggaran lantaran Bravo mengenai bola terlebih dahulu sebelum menabrak Rooney.

Mourinho berpandangan sebaliknya dan mengklaim United pantas mendapatkan hadiah penalti, sementara Bravo seharusnya diusir keluar lapangan.

“Saya mengetahui aturan permainan. Itu jelas penalti dan kartu merah untuk Bravo,” protes Mourinho selepas pertandingan.

“Kalau itu terjadi di luar kotak, tendangan bebas langsung dan kartu merah. Di dalam kotak, itu lebih sulit [bagi wasit] karena itu merupakan keputusan besar dan kadang kala wasit seperti kita, manusia, dan berpikir dua kali sebelum membuat keputusan besar.”

“Kalau dia [Clattenburg] tak berpikir dua kali, itu adalah penalti dan kartu merah dengan peluang besar untuk skor 2-2 dan masih banyak waktu tersisa. Jika demikian sekarang mungkin kita akan membicarakan sebuah kisah yang sepenuhnya berbeda.”

“Kami dihukum oleh performa buruk di babak pertama, yang menjadi tanggung jawab saya, dan kami juga dihukum oleh Mark dengan keputusan-keputusan buruknya di babak kedua.”