Jurgen Klopp: Pelatih Cari Tantangan Di Inggris

Topics

Bos Liverpool ini menjelaskan alasan deretan pelatih top memilih Liga Primer sebagai destinasi.

Deretan pelatih top akan memeriahkan Liga Primer Inggris 2016/17 dan pastinya menjadi salah faktor yang membuat kompetisi semakin dinanti publik.

Hampir seluruh juru taktik papan atas sekarang bermukim di Inggris. Tengok saja nama-nama sekelas Jurgen Klopp yang menakhodai Liverpool, Pep Guardiola (Manchester City), Jose Mourinho (Manchester United), Antonio Conte, sampai Arsene Wenger yang sudah dua dekade melatih Arsenal dan Claudio Ranieri yang menghadirkan keajaiban untuk Leicester City musim lalu.

Sebagai salah satu dari deretan manajer tersebut, Klopp tidak terlalu heran dengan banyaknya pelatih kesohor yang menjadikan Inggris sebagai destinasi. Seperti halnya pemain, pelatih juga menginginkan tantangan dan tantangan terbesar ada di Premier League dengan tingginya level persaingan di antara para kontestan.

"Memenangi titel di Inggris adalah tantangan terbesar di antara semua tantangan yang ada. Di sini terdapat tim paling banyak yang bisa menjadi juara dibandingkan liga-liga lainnya," tutur pria Jerman itu.

"Jika Anda mencari tantangan terbesar, Anda harus pergi ke Inggris."

"Itu 100 persen perbedaannya. Bukannya mereka [para pelatih] menginginkan pekerjaan mudah. Mereka menginginkan ini. Tapi ini sulit. Tantangan tersulit, karena ada banyak sekali tim yang bisa menang." 

Eks arsitek Borussia Dortmund ini membandingkan EPL dengan Bundesliga, di mana Bayern Munich tertancap sangat kuat.

"Di negara-negara lain, hanya satu tim yang menjadi favorit. Di Jerman, kalau Anda ingin mengungguli Bayern Munich, Anda harus memenangi semua pertandingan lainnya dan minimal satu laga melawan Bayern, karena mereka tak pernah kalah."

"Di negara ini tingkat kesulitannya sangat berbeda. Di sini Anda memiliki beberapa klub yang berpikir mereka harus menjadi nomor satu."

"Di Jerman hanya ada satu tim yang berpikir mereka harus jadi nomor satu dan satu tim yang berpikir mereka sebaiknya menjadi nomor satu. Untuk tim sisanya saya tak tahu apa yang mereka harapkan. Ini berbeda."