Juventus & Sassuolo Jadi Model Percontohan Kontestan Serie A Italia

Kedua klub tersebut menjadi pelopor bagi tim-tim Serie A lainnya dalam hal pengelolaan serta prestasi.

CEO Sassuolo, Giovanni Carnevali meyakini klubnya dan Juventus merupakan model percontohan bagi para kontestan Serie A Italia lainnya.

Sassuolo sukses lolos ke Liga Europa musim ini dan bersama dengan Juventus, Neroverdi merupakan dua dari sedikit klub Serie A yang memiliki stadion sendiri.

Carnevali pun menyatakan bahwa kesuksesan yang dicapai Sassuolo maupun Juventus sejauh ini bukanlah merupakan kebetulan melainkan melalui perencanaan yang matang.

"Apa resep sukses kami? Rencana," jelasnya pada Tuttosport. "Perencanaan adalah keharusan ketika Anda berhadapan dengan salah satu pebisnis terbesar di Italia, Giorgio Squinzi [pemilik Sassuolo]."

"Ia merupakan seorang penggemar olahraga, khususnya sepakbola, tapi Sassuolo adalah salah satu perusahaannya dan baginya harus dimanajemen sebaik mungkin. Pada awalnya, Anda harus membuat perencanaan."

"Saya yakin sepakbola Italia punya potensi yang sangat besar dan masalahnya adal hal-hal yang harus dihadapi setiap harinya. Orang-orang berimprovisasi, ada yang membuat strategi serius, di antaranya Sassuolo dan Juventus, dan keduanya mendapatkan hasil. Kami menetapkan target, kemudian pergi ke sana."

"Saya sangat beruntung bisa punya Giuseppe Marotta [petinggi Juventus] sebagai pembimbing saya ketika masih berada di Monza, Como dan Ravenna," tandas Carnevali.

Lebih rinci, Carnevali membeberkan strategi kesuksesan Sassuolo mencapai tahap sekarang ini, yang memiliki rekor baik dalam mengorbitkan talenta-talenta lokal Italia.

"Ambil contoh dari para penggawa Italia, kami hanya memiliki tiga pemain asing dalam skuat. Itu memang hasil dari strategi yang telah dimatangkan," lanjutnya.

"Itu telah menjadi filosofi tim ini dan membuahkan hasil. Kami percaya pada talenta-talenta asli Italia, karena kami pikir lebih mudah menyatukan mereka dan biasanya memang solid."