Kesempatan Kedua Hatem Ben Arfa

Seakan tak mau terlupakan, Hatem Ben Arfa kembali menyeruak dengan mengintip peluang tampil di Euro 2016 dan pindah ke klub besar pada bursa transfer nanti.

Hatem Ben Arfa memberikan bukti kuat bahwa ada kesempatan kedua dalam sepakbola.

Namanya praktis terlupakan penggemar sepakbola dunia sepanjang dua tahun terakhir. Paling lekat dalam pantauan fans adalah ketika Ben Arfa masih berkiprah di Liga Primer inggris bersama Newcastle United dan kemudian Hull City. Setelah lima musim, Ben Arfa mudik ke Ligue 1 Prancis bersama Nice.

Namun, baru mulai musim ini Ben Arfa diperbolehkan turun memperkuat Nice meski telah bergabung sejak awal Januari 2015. Aturan FIFA mengganjal Ben Arfa karena pada musim yang sama telah memperkuat dua klub yang berbeda. Kenyataan pahit itu seperti kian menambah masalah yang telah dihadapi Ben Arfa sejak pindah ke Inggris.

Pada musim debutnya untuk Newcastle, Ben Arfa mengalami patah di kedua kaki pada pertandingan melawan Manchester City. Padahal dia baru bermain empat kali untuk Magpies. Ben Arfa harus menghabiskan waktu delapan bulan untuk memulihkan kondisi.

Selain cedera, faktor perangai menghambat perkembangan Ben Arfa di Tyneside.  Jika menemui hari baiknya, Ben Arfa mampu mencetak gol individual yang menawan ke gawang Bolton Wanderers atau Blackburn Rovers, misalnya. Namun, etos kerja dan disiplin menjadi dua kelemahan utama yang umumnya dikeluhkan fans Newcastle.

Berbagai deraan masalah tersebut rupanya tidak lantas menenggelamkan karier sang pemain. Musim ini, Ben Arfa kembali menghentak. Minggu (10/4) lalu, pemain 29 tahun itu melesakkan hat-trick ke gawang Rennes. Tiga gol Ben Arfa sangat berarti karena Nice dan Rennes bersaing memperebutkan tempat di Liga Champions musim depan. 

Berkat kemenangan itu, Nice kini berada di peringkat keempat klasemen Ligue 1. Hanya tiga tempat yang tersedia ke Liga Champions. Dua tim pesaing lain, Olympique Lyon dan AS Monaco, menghuni posisi kedua dan ketiga klasemen dengan selisih dua poin di atas Nice.

Selain Liga Champions, satu spot dalam skuat timnas Prancis di Euro 2016 menjadi sasaran pribadi Ben Arfa.

"Skuat akan diumumkan 12 Mei nanti. Saya akan mengerahkan segenap tenaga sampai saat itu tiba. Saya yakin masih ada harapan. Saya seorang kompetitor. Akan Anda lihat saya akan memberikan segalanya sampai habis supaya saya bisa mencapai tujuan saya," ujarnya kepada L'Equipe.

Sebenarnya nama Ben Arfa sudah masuk ke dalam skuat Les Bleus untuk uji coba internasional, November tahun lalu. Namun, Didier Deschamps tidak memanggilnya kala bereksebisi melawan Belanda dan Rusia bulan lalu.

Ben Arfa punya alasan kuat untuk dipanggil Deschamps. Kini Ben Arfa telah mengumpulkan 16 gol dalam 29 pertandingan. Pemain kidal ini membuntuti Zlatan Ibrahimovic di daftar top skor Ligue 1 bersama pemain Lyon, Alexander Lacazette.

Untuk berangkat ke Euro, Ben Arfa harus bersaing keras. Performa Antoine Griezmann, Anthony Martial, Kingsley Coman, dan Dimitri Payet tidak boleh dipandang sebelah mata musim ini. Bahkan, kabar terakhir menyebutkan Franck Ribery ingin kembali berseragam Les Bleus.