Kesempatan Kedua Shkodran Mustafi Di Liga Primer Inggris

Shkodran Mustafi kembali ke Inggris, berstatus jawara Piala Dunia dengan ditebus mahal oleh Arsenal. Inilah momentum dia untuk revans!

Menyusul cederanya Per Mertesacker dan Gabriel selama pramusim, Arsenal tak punya pilihan selain menguatkan opsi lini belakangnya, terutama di jantung pertahanan.

Pada hari deadline transfer, The Gunners akhirnya mengonfirmasikan perekrutan defender Valencia Shkodran Mustafi dengan mahar yang dirahasiakan, namun ditaksir mencapai £35 juta.

Pemain 24 tahun ini meneken kontrak jangka panjang di Emirates dan setelah itu, melalui laman resmi Arsenal, dia menggambarkan bagaimana karakter bermain dia di lapangan.

"Saya ingin mengatakan, saya adalah tipe pemain yang cukup agresif. Saya menjelajah area mana pun, itulah yang saya pelajari di Inggris. Di sisi lain, saya cukup taktikal. Saya membaca pertandingan, seperti yang Anda lakukan di Italia. Dengan bola, saya berusaha untuk bermain lepas dan menikmatinya, tidak sekadar membiarkan bola lalu segera merebutnya kembali," papar Mustafi panjang lebar.

Arsene Wenger, manajer The Gunners, menilai, pengalaman si pemain sebelumnya di Inggris bisa membuat dia beraklimatisasi dengan sempurna.

"Dia pemain yang sangat cerdas. Ini juga menjadi keputusan penting bagi saya. Dia sangat fokus seperti yang saya bilang. Dia tahu iklim ketat di Liga Primer Inggris dan seberapa banyak Anda harus berjuang di setiap laga," ujar The Proffesor.

"Saya juga tahu kalau dia adalah pemain yang sangat fokus, dan bisa berlama-lama dengan bola. Itu menjadi sesuatu yang penting bagi kami, dan ini semua kualitas yang membuat saya memboyong dia. Sang pemain sendiri ingin bergabung dengan kami. Semoga dia bahagia di sini dan akan membuat mapan skuat kami."

Menapaktilasi perjalanan awal Mustafi, segalanya dimulai ketika dia bergabung dengan akademi Hamburg di usia 14 tahun. Dia melewati tiga tahun di klub Jerman itu sebelum bertolak ke Inggris untuk bergabung dengan Everton pada 2009.

Sang bek dipercaya melakoni debut profesionalnya bagi The Toffes di satu laga Liga Europa menghadapi BATE Borisov pada Desember 2009, akan tetapi dia gagal mencuat dalam satu laga pun di ajang Liga Primer, yang kemudian membuat dia angkat kaki dari Goodison Park pada Januari 2012 untuk bergabung dengan Sampdoria.

Mustafi hanya menorehkan sekali penampilan di kancah Serie B sepanjang kampanye 2011/12 di tengah keberhasilan tim yang kembali promosi ke Serie A. Semusim berikutnya, sang bek mulai mendapatkan tempat di tim utama dengan mengoleksi 17 penampilan liga dan membuat satu assist.

Di periode 2013/14, Mustafi membentuk diri menjadi salah satu pemain kunci. Di musim ini, 33 laga Serie A berikut satu gol dan assist berhasil dicatatkannya untuk memastikan diri menjadi starter reguler tim. Performa menjulang ini menyedot perhatian Valencia, yang lantas menebusnya dari Sampdoria senilai €8 juta pada Agustus 2014.

Selama dua musim terakhir, Mustafi menjadi bagian integral Valencia, di mana dia tampil dalam 63 partai, mencetak enam gol dan memproduksi dua assist.

Di level internasional, Mustafi menjadi pemain yang berhasil menembus seluruh jenjang umur timnas Jerman, dari U-16 sampai U-21. Dia membukukan 61 penampilan secara total dengan secara impresif mampu mengemas 11 gol.

Debut senior dilakoninya kala tim Panser menghadapi Polandia pada Mei 2014. Sang bek sentral juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kejayaan timnas di Piala Dunia Brasil, serta turut ambil bagian dalam skuat Euro 2016. Di level senior, Mustafi sudah mengemas 12 caps dengan mencetak satu gol, yang tercatat ketika dia membawa Jerman mengalahkan Ukraina 2-0 di laga pembuka Euro 2016.

Mustafi diyakini akan langsung merebut tempat utama di kesebelasan Arsenal, ber-partner dengan Laurent Koscielny di jantung pertahanan. Kedatangan Mustafi juga memungkinkan tersingkirnya rekrutan anyar lainnya, Rob Holding, dari starting XI, dengan pemain-pemain seperti Per Mertesacker dan Gabriel mungkin harus puas menjadi back-up, tergantung dari seberapa besar usaha mereka mencapai kebugaran maksimal.

Gooners jelas tidak akan lupa dengan kekalahan 4-3 dari Liverpool di pembukaan EPL. Kedatangan Mustafi diharapkan menjadi penyempurna palang pintu Arsenal, yang musim lalu berhasil mengklaim 18 raihan clean sheet.















Menurut statistik musim lalu, Mustafi tercatat sanggup mendominasi urusan intersep dengan membuat setidaknya satu aksi setiap 20,2 menit bila dibandingkan dengan Koscielny [23,8], walau pun pemain Prancis ini juga lebih mapan dalam hal clearance, yang rata-rata dilakukannya setiap 15,4 menit, sedang eks pilar Valencia ini memerlukan waktu setiap 16,8 menit.

Ada satu kelebihan menarik lainnya yang dimiliki Mustafi. Bila membandingkan dengan empat bek Arsenal lainnya pada musim lalu, Mustafi menjadi defender yang cukup rajin menebarkan ancaman bagi pertahanan lawan. Dia mampu mendentumkan bola setiap 121,9 menit, lebih baik dari Koscielny [157,6], Bellerin [262,5] dan Monreal [285,4].

Dengan segala atribut yang dimiliki Mustafi, plus dibekali pengetahuan tentang Liga Primer dari pengalaman dia selama berbaju Everton, pemain berdarah Albania ini akan menjadi obat mujarab menangkal krisis lini belakang Arsenal.

Selalu ada kesempatan kedua dari satu kegagalan. Dan sekaranglah momentum ideal bagi Mustafi mengekspresikan bakat sejatinya.