Ketika Euforia Liverpool Diredam Kesederhanaan Newcastle United

Topics

Bermain sederhana, Newcastle United sukses mengerem laju kencang Liverpool. Apa yang salah dengan taktik Jurgen Klopp?

"Harus diakui mereka layak menang, meski mungkin kami pantas memperoleh satu poin. Saya tidak melihat kami layak mendapatkan tiga poin karena kami tidak bermain cukup baik, kami tidak menyuguhkan seluruh kemampuan."

Liverpool tidak bermain baik. Empat kemenangan beruntun di semua ajang dalam dua pekan terakhir berhasil menggiring euforia fans bahwa Liverpool telah menemukan bentuk permainan terbaik mereka. Bertandang ke Newcastle United dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (6/12), semangat memetik kemenangan kelima menggelora. Sayangnya, pertandingan berakhir antiklimaks bagi The Reds.

Rekor Liverpool sebenarnya superior. The Reds merupakan tim yang paling banyak menjebol gawang Newcastle di Liga Primer, yaitu 86 kali. Pertandingan Newcastle versus Liverpool juga tercatat memiliki riwayat rataan gol tertinggi dibandingkan dengan jadwal lain pada Matchday 15 Liga Primer, akhir pekan lalu. Melihat posisi kedua klub di klasemen, tidak ada yang berani menjagokan Newcastle bakal memetik kemenangan. Tidak sedikit pula yang berharap terjadinya banjir gol dalam pertandingan ini.

Keputusan taktik kedua manajer menentukan arah jalannya pertandingan sejak menit pertama. Jurgen Klopp memutuskan untuk melakukan rotasi. Enam perubahan dilakukan dari line up yang diturunkan kala menghancurkan Southampton 6-1 di babak delapan besar Piala Liga. Di kubu tuan rumah, Steve McClaren memainkan Siem de Jong. Ini start pertama gelandang serang asal Belanda itu setelah delapan kali masuk sebagai pemain pengganti musim ini.

Ketika De Jong ditarik keluar pada menit ke-68, Liverpool sebenarnya mendapatkan peluang untuk mencengkeram penguasaan di lini tengah. Sayangnya, satu menit kemudian, jala gawang Simon Mignolet bergetar.

Gol berawal dari kejelian Wijnaldum melihat posisi tiga pemain bertahan Liverpool yang tidak terkoordinasi. Sentuhan pertama Wijnaldum saat menerima umpan silang Sissoko tidak begitu baik, tapi bola masih mampu dikuasainya. Sepakan Wijnaldum yang lebih terlihat sebagai operan membentur lutut Martin Skrtel. Bola pun berubah arah tanpa dapat dicegah Mignolet.

Liverpool tetap tidak sanggup mencari solusi. Sebuah umpan terobosan berhasil memberikan Daniel Sturridge ruang yang cukup, tetapi tembakan kaki kanannya (atau barangkali operan?) tidak mengarah sasaran. Saat seperti ini, The Reds membutuhkan kehadiran pemain penghubung seperti Emre Can dan kreativitas Philippe Coutinho. Keduanya absen akibat suspensi dan cedera hamstring.

Reaksi Klopp tidak lebih baik. Menghadapi Newcastle yang menurunkan penyerang tunggal selama 90 menit penuh, Liverpool memainkan terlalu banyak bek. Baik Skrtel maupun Dejan Lovren tidak punya kemampuan memadai dalam menunjang alur serangan timnya. Terutama ketika tekanan Liverpool menghebat selama sepuluh menit terakhir.

Akibat bernafsu mencari gol penyeimbang, ruang pertahanan Liverpool kian terbuka. Sissoko gagal dibendung di sayap kiri dan Newcastle menyerang balik dengan cepat. Dengan satu sentuhan ringan, Wijnaldum menundukkan Mignolet sekaligus memastikan perolehan poin penuh untuk Magpies.

Newcastle tidak membutuhkan taktik yang rumit dalam menundukkan Liverpool, melainkan sepakbola yang sederhana. Ini terungkap dengan reaksi terkejut yang tak bisa disembunyikan McClaren dan ditangkap media massa Inggris saat konferensi pers pascapertandingan. Usai kekalahan dari Leicester City dan Crystal Palace, McClaren mengancam akan mengganti seluruh pemainnya, tak terkecuali Wijnaldum. Bayangkan jika ancaman itu diwujudkan McClaren.

"Sekarang saya takkan pulang ke rumah dan membenturkan kepala ke dinding," ujar mantan pelatih timnas Inggris itu.

Untuk kali pertama dalam tiga pertemuan, McClaren sukses mengungguli Klopp. Perdebatan boleh muncul dengan dianulirnya gol Alberto Moreno karena dinilai off-side, tapi kerja keras pasukan Newcastle tidak dapat dikerdilkan. Jangan lupakan juga fakta bahwa Liverpool hanya mampu melepaskan satu tembakan akurat sepanjang pertandingan.

"Saya harus menyaksikan lagi pertandingan, saya harus menganalisisnya agar saya tahu lebih banyak [soal apa yang salah]. Kami tidak bermain dengan counter-pressing. Pressing tidak berjalan baik, kami tidak cukup kompak. Banyak hal tidak berjalan dengan baik," tukas Klopp usai pertandingan.

Heavy Metal Liverpool belum sempurna. Rotasi tidak memberikan jawaban. Tanpa Coutinho, harus diakui The Reds kehilangan ketukan. Anda tidak mungkin membayangkan Metallica bermain tanpa diiringi ketukan drum Lars Ulrich, bukan?