Kevin De Bruyne, Calon Bintang Atau Sekadar Figuran Di Manchester City?

Apakah De Bruyne sudah menunjukkan isyarat bakal menjadi andalan City di masa mendatang, atau secara statistik, karirnya di Etihad hanya sebatas pemain figuran?

OLEH   TAUFIK BAGUS

Pemain bintang datang dan pergi di Manchester City. Ada yang datang dan memberikan kesuksesan, tak sedikit pula yang datang dan pergi dengan kegagalan.

Kevin de Bruyne masih harus menunggu di kelompok mana dirinya berada dalam beberapa musim mendatang. Tapi yang pasti, ia memiliki segudang kesempatan menentukan di mana ia akan berada.

Didatangkan ke Etihad Stadium pada masa tenggat transfer musim panas lalu dari VfL Wolfsburg dengan bandrol harga 54 juta poundsterling, ekspektasi besar pun ikut mengiringi saat De Bruyne diperkenalkan ke publik sebagai pemain Manchester City.

Dan debutnya bersama Citizen terjadi di akhir minggu. Cedera lutut yang dialami Sergio Aguero pada pertengahan babak pertama menjadi momen menguntungkan bagi De Bruyne untuk bisa segera menunjukkan kebisaannya.

Apakah ia sukses?

Selama 65 menit berada di lapangan, De Bruyne menunjukkan penampilan yang bisa dikatakan sedikit di atas rata-rata. Diposisikan sebagai gelandang, sekali De Bruyne berusaha menggetarkan jala lawan dengan tendangannya.

Namun, Manuel Pellegrini mendatangkan De Bruyne bukan untuk golnya, meski itu bisa dianggap sebagai bonus. Pemain 24 tahun itu mencuri perhatian pelatih City tersebut karena torehan 21 assist bersama Wolfsburg di musim lalu.

Kualitas dalam hal mengumpan pun ditunjukkan De Bruyne, kala melepas umpan kepada Jesus Navas, yang sayangnya gagal menyarangkan ola ke gawang. Dari situ saja, De Bruyne sejatinya sudah menjawab ekspektasi Pellegrini untuk menciptakan kesempatan.

Bahkan dari fakta yang terlihat, sebelum jeda turun minum, selama 21 menit berada di lapangan, De Bruyne sudah membuat tiga umpan penting dari total lima umpan yang dilakukannya di sepanjang laga. Jumlah tersebut merupakan torehan terbanyak dibandingkan pemain lain.

Aksi De Bruyne di antaranya adalah ketika mendapat bola dari kesalahan kontrol Jason Puncheon. Ia langsung melepas umpan kepada Navas, yang dari jarak beberapa meter dari gawang, gagal menyarangkan bola.

Navas kembali gagal memaksimalkan umpan sodoran De Bruyne dalam skema serangan balik cepat di menit 55. Sukses melewati McCarthy, bola tendangannya hanya melebar dari gawang.

Setidaknya, De Bruyne sudah ikut memberikan andil manis atas kemenangan Manchester City di kandang Crystal Palace lewat permainan handal. De Bruyne sudah menunjukkan potensi yang dimilikinya untuk bisa menjadi salah satu bintang andalan.

Tapi, kompatriotnya asal Belgia di Citizen, Vincent Kompany, memperingatkan De Bruyne untuk bisa beradaptasi dengan posisi dan peran baru di lini tengah jika tidak ingin terlempar dari persaingan dan sekadar menjadi figuran.

Bukan tanpa alasan, Kompany menilai lini tengah Citizen memiliki materi pemain kelas dunia. Samir Nasri, David Silva, Raheem Sterling dan Jesus Navas. Kompany tahu De Bruyne harus bersaing kuat, bekerja keras untuk bisa mendapatkan tempat di tim utama City karena berada di starting line up Pellegrini bukan didapat dengan cuma-cuma.

Jadi, pilih mana De Bruyne? Bakal bintang atau hanya figuran?