Lancine Kone & Morimakan Koita Gabung, Beban Pemain Arema Cronus Berkurang

Para penggawa tim Singo Edan senang dengan bergabungnya dua pemain asing anyar asal Afrika itu.

Para penggawa Arema Cronus menyambut dengan senang pemain baru tim Singo Edan, Lancine Kone dan Morimakan Koita. Di tengah persiapan Piala Presiden, keduanya diharapkan menjadi penguat permainan Arema.

"Saya pernah melawan Lancine Kone, dia adalah striker yang bagus. Meski tidak pernah satu tim, saya pikir hadirnya Kone dan Koita akan menambah kekuatan Arema. Sehingga kami akan maksimal di Piala Presiden," kata Fabiano Beltrame, bek Arema asal Brasil.

Fabiano beralasan, mewujudkan ambisi juara di Piala Presiden memang berat. Tetapi dia merasa dua rekan barunya itu bisa membantu, tidak heran Fabiano juga memuji langkah manajemen yang bersusah payah mendatangkan pemain asing.

Sementara itu, gelandang Arema I Gede Sukadana mengaku senang dengan kahadiran Koita. Pemain yang biasa bermain sebagai pengatur serangan atau playmaker itu, bisa membuat peran gelandang lain di lini tengah Arema lebih mudah tugasnya.

Memang, Arema yang menggunakan formasi 4-3-3 sebelumnya menunjuk Gustavo Lopez sebagai pengatur serangan di depan dua gelandang bertahan. Sementara dua gelandang bertahan berbagi peran untuk membantu pertahanan dan cukup mengalirkan bola ke depan. Namun ketika Gustavo hengkang, peran gelandang Arema bertambah menjadi pengatur serangan. 

"Berat juga ketika gelandang diberi tugas untuk mengatur serangan, karena itu kedatangan Koita membuat beban di tengah berkurang karena kini sudah ada playmaker," ujar Sukadana.

"Pemain baru tetap butuh adaptasi, tetapi mungkin juga tidak lama," tambahnya.

Dua rekrutan baru Arema akan dites ketika melawan Persela Lamongan, Selasa (1/9). Laga perdana melawan klub tetangga Jawa Timur memang selalu berat.

"Belum kami putuskan apakah dua pemain itu akan main, kami tetap akan melihat keduanya di sesi terakhir latihan Arema hari ini," tegas Joko Susilo, arsitek Arema ketika ditanya peluang bermain dari dua pemain Afrika itu.(gk-48)