Laporan Pertandingan: Jerman 6-1 Armenia

Miroslav Klose memecahkan rekor sebagai topskor sepanjang masa Jerman berkat satu golnya ke gawang Armenia.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

Jerman mengantungi modal positif sebelum bertolak ke Brasil dengan membantai Armenia 6-1 dalam partai uji coba di Mainz, Sabtu (7/6) dinihari WIB.

Sempat dikejutkan oleh gol penyeimbang Armenia lewat penalti Henrikh Mkhitaryan, membalas torehan pembuka Andre Schurrle, Tim Panser bermain kesetanan dan memporak-porandakan pertahanan tamu.

Lima gol tambahan dari Lukas Podolski, Benedikt Howedes, Miroslav Klose, dan Mario Gotze (2 gol) tercipta hanya dalam 18 menit terakhir laga.

Di atas kertas superior dalam segala hal atas Armenia, Jerman di luar dugaan sempat gamang di awal laga dan menerima sekurangnya dua ancaman dalam tiga menit pertama. Untunglah seluruhnya gagal dimanfaatkan Armenia untuk menjebol gawang Roman Weidenfeller.

Jerman toh tak butuh waktu lama untuk menemukan momentum dan membangun dominasi. Di menit kesembilan, Tim Panser seharusnya sudah membuka angka andai tandukan Andre Schurrle dari posisi bagus tidak melebar.

Sesaat kemudian giliran Marco Reus gagal mengonversi peluang emas saat tembakannya ditepis kiper Roman Berezovskiy dan bola yang masih bergulir menuju gawang disapu seorang pemain bertahan Armenia tepat di garis.

Jerman terus mengepung pertahanan Armenia dan memperoleh dua kans lagi di sisa babak pertama via Toni Kroos serta Jerome Boateng, namun semuanya kandas. Malah mereka menerima kabar buruk tepat jelang turun minum dengan cedera engkel yang menimpa Marco Reus. Bintang Borussia Dortmund itu digantikan oleh Lukas Podolski.

Keluarnya Reus tidak memengaruhi irama permainan Jerman, yang akhirnys sukses memecahkan kebuntuan tujuh menit memasuki babak kedua. Schurrle muncul sebagai pembuka angka lewat sontekan cermat memanfaatkan umpan silang rendah kiriman Podolski.

Skuat Joachim Low tak mengendurkan tekanan meski telah memimpin dan berpeluang besar menambah keunggulan melalui upaya Sami Khedira, Jerome Boateng, plus Mesut Ozil. Di sisi lain, Armenia sendiri menolak menyerah dan nyaris menyamakan kedudukan saat umpan matang Henrikh Mkhitaryan gagal disempurnakan Edgar Manucharyan yang sejatinya tak terkawal.

Kendati demikian, Armenia tetap mampu menyeimbangkan kedudukan dari eksekusi penalti Mkhitaryan (68'), yang diberikan wasit menyusul pelanggaran Kevin Grosskreutz terhadap Gevorg Ghazaryan di kotak terlarang.

Jerman merespons dengan brilian gol penyeimbang ini. Hanya dalam tempo tujuh menit setelah penalti Mkhitaryan, Die Nationalmannschaft seolah mengamuk dan tiga kali mengoyak jala Armenia!

Pertama Podolski membawa tim memimpin kembali 2-1 via sepakan first-time keras dari sudut sempit mengonversi umpan Ozil. Benedikt Howedes lalu memperbesar skor setelah menyambar bola rebound hasil sundulannya sendiri yang sempat diselamatkan Berezovsky. Seperempat jam jelang bubar, gantian bomber gaek Miroslav Klose yang masuk papan skor melalui sundulan terbang menyempurnakan umpan silang Podolski dari kiri.

Gol tersebut mengukuhkan nama Klose sebagai pencetak gol tersubur sepanjang masa Die Nationalelf dengan 69 gol, unggul satu atas koleksi Gerd Muller.

Jerman tampil makin beringas dan menambah satu gol lagi di menit ke-82 lewat sontekan Mario Gotze, dengan Podolski kembali muncul sebagai pengirim assist. Tak cukup sampai di situ, Gotze masuk papan skor untuk kali kedua tepat jelang bubaran dan melengkapi pesta gol Der Panzer.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics