Liestiadi Enggan Komentari Kinerja Wasit

Topics

Peramu taktik Gresik United, Liestiadi, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski kalah tiga gol dari PSM.

Gresik United harus menanggung malu di markas PSM Makassar dalam laga perdana mereka di turnamen Piala Presiden, Senin (31/8) malam, di Stadion Andi Mattalatta. PSM yang bertindak sebagai tuan rumah menghajar Laskar Joko Samudro tiga gol tanpa balas meski harus berjuang dengan sembilan pemain tersisa.

Penalti dari Syamsul Chaeruddin dan Ferdinand Sinaga, serta tendangan bebas Aditya Putra Dewa, membuat PSM mendulang tiga poin sempurna kendari Iqbal Samad dan Hendra Wijaya harus dikartu merah. Liestiadi pun tetap mengapresiasi permainan Gresik dan ogah mengomentari kinerja wasit Dodi Purnama yang memberikan dua penalti bagi tuan rumah.

"Selamat karena PSM lebih baik, tidak ada yang salah karena anak-anak sudah bermain dengan baik. Kita juga fight dan selalu pressing. Lagipula gol yang terjadi bukan dari skema PSM, tapi semua dari set-piece. Soal bagaimana wasit, saya rasa seluruh masyarakat Indonesia yang menyaksikan bisa menilai," ujar Liestiadi selepas laga.

"Sepakbola kita sekarang sedang begini, maka dengan ada turnamen seperti ini saya sangat bersyukur.. sehingga saya tekankan kepada anak-anak untuk bermain sebaik mungkin. Saya bilang bahwa kalah atau menang adalah hal kedua, yang paling penting adalah anak-anak selalu tampil sebagai pemberani, mereka harus fight, atraktif dan menghibur."

Bima Sakti dan kawan-kawan siap berjuang untuk melatih tripoin perdana di laga selanjutnya kontra Pusamania Borneo FC (4/9) dan laga terakhir Grup D kontra Persipasi Bandung Raya (8/9), demi menjaga asa untuk lolos dari fase grup Piala Presiden.

"Sekarang masih ada waktu untuk pertandingan selanjutnya, dan untuk lawan Borneo serta PBR tidak ada kata kalah atau seri tapi kita harus menang," tegas Liestiadi.

Topics
, , ISL