Lima Pelajaran Dari Kemenangan Manchester United Atas Tottenham Hotspur

Tim arahan Louis van Gaal mengawali Liga Primer Inggris 2015/16 dengan kemenangan, dan Goal meninjau performa United di pekan perdana ini!

Manchester United mengawali musim 2015/16 secara sempurna setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 di pekan perdana Liga Primer Inggris di Old Trafford, Sabtu (8/8).

Di pertandingan itu, tim tamu terlihat dominan di awal laga, namun gol bunuh diri Kyle Walker di menit ke-22 memberi United kemenangan beruntung.

Duel di Theatre of Dreams itu juga menjadi ajang bagi beberapa pemain baru Setan Merah untuk unjuk kemampuan, dan ada lima bahasan yang bisa dipelajari dari pertandingan tersebut. Silakan menyimak!

Terlalu Bersemangat, Memphis Depay Gagal Bersinar

Pemakai No. 7 yang baru, Memphis Depay, gagal menunjukkan kebintangannya saat mencatatkan debut resmi di laga ini.

Rekrutan anyar asal Belanda itu dimainkan sebagai starter untuk mendukung Wayne Rooney yang dijadikan sebagai penyerang tunggal, namun yang bersangkutan tampil di bawah ekspektasi dengan ia yang jarang mendapatkan bola.

Perannya pun digantikan oleh Ander Herrera yang masuk menggantikannya di menit ke-68, dan Van Gaal menilai pemain barunya itu terlalu bersemangat di laga debutnya.

"Saya mengatakan pada Memphis, jangan terlalu bersemangat. Hal sama saya katakan kepada semua pemain," kata van Gaal dilansir BBC Sport.  "Tetapi memang seperti itu biasanya - kali pertama beraksi di Old Trafford selalu sulit."

Grogi, Sergio Romero Tetap (Tampak) Menjanjikan

Romero baru diberitahu pada Kamis kemarin bahwa ia akan mencatatakan debut di laga kontra Tottenham untuk menggantikan peran David de Gea yang diklaim susah fokus.

Di pertandingan perdananya itu, Romero tampak grogi dalam memainkan bola namun kiper gratisan asal Argentina itu menunjukkan kualitasnya dengan mengamankan sejumlah peluang dari Spurs yang tampil menggila di paruh kedua.

Penyelamatannya atas upaya Christian Eriksen jelang laga berakhir kiranya menjadi kesan yang bagus untuk para suporter, yang di pertandingan tersebut sesekali kerap meneriakkan nama De Gea dari tribun.

Ini merupakan penampilan pertama Romero di Liga Primer, sekaligus comebacknya ke starting XI sebuah klub setelah terakhir kali mengawal gawang Sampdoria di Serie A pada Desember tahun lalu.

Kapten Wayne Rooney Perlu Dukungan Lebih Di Lini Depan

Wayne Rooney cukup beruntung untuk mencatatkan 'assist' pertamanya di Liga Primer musim ini. Sang kapten yang diplot di lini depan harusnya bisa mengemas gol perdananya di kompetisi kali ini sebelum bola yang ia kuasai tertendang oleh Walker dan masuk ke gawang Michel Vorm.

Rooney, yang akan memasuki usia 30 tahun pada Oktober mendatang, terlihat jarang mendapatkan suplai bola dari rekan setimnya, meski kapten timnas Inggris itu sudah disokong oleh lini tengah kreatif seperti Juan Mata, Memphis Depay dan Ashley Young.

Ketiga pemain di belakang sang kapten belum mampu bersinergi dengan baik, dengan Depay yang gagal mengeluarkan magisnya, sebagaimana perubahan baru tampak ketika Van Gaal mengganti eks PSV Eindhoven tersebut dengan Herrera.

Tetap saja, performa di pertandingan ini bukanlah sesuatu yang wajar bagi Rooney. Jika ia tetap dimainkan di lini depan, maka ia harus bisa lebih baik, entah itu turun menjemput bola seperti yang biasa lakukan, sembari tetap tajam saat ditugaskan sebagai juru gedor.

Matteo Darmian Curi Perhatian

Matteo Darmian sukses memaksa Antonio Valencia untuk duduk di bangku cadangan dengan Van Gaal yang mengandalkannya sejak menit pertama di laga kontra Spurs.
    
Di pertandingan ini, Darmian merupakan salah satu dari empat pemain anyar yang diberi kepercayaan tampil sejak menit awal. Bek sayap kanan asal Italia itu tampak tak canggung kendati baru pertama kali merumput di Liga Primer.  

Dipercaya untuk mengawal sisi kanan pertahanan, mantan penggawa Torino tersebut mampu tampil gemilang baik saat bertahan maupun ketika naik ke depan untuk membantu penyerangan tim.

Performa yang ditampilkan Damian tersebut mengingatkan fans United akan gaya permainan fleksibel yang mirip dengan legenda klub, Gary Neville. Ke depan, posisi inti bek kanan kemungkinan besar akan mampu diamankannya.

Akankah Bastian Schweinsteiger Jadi Andalan?

Pelatih Bayern Munich Pep Guardiola sempat menyentil kondisi kebugaran Bastian Schweinsteiger, di mana ia menyebut jenderal lini tengah asal Jerman itu tidak pernah fit selama tiga tahun terakhir.

"Ketika dia [Schweinsteiger] tak bermasalah dengan cedera, saya yakin ia akan bermain dengan baik di Manchester United," kata Guardiola beberapa waktu lalu. "Dia pemain top. Sayangnya, tiga tahun terakhir ia tak pernah berada dalam kondisi yang bagus.

"Ketika dia berada di kondisi terbaiknya, saya yakin dia akan menjadi pemain bagus buat mereka. Saya sangat berharap hal itu bakal terjadi."

Melawan Spurs, Schweini baru dimainkan di menit ke-60, dengan ia yang menggantikan peran Michael Carrick. Para suporter pun menyambutnya dengan tepuk tangan meriah, yang sekaligus menandai era baru kariernya di Britania Raya.

Bisa dibilang, penampilan perdana Schweinsteiger terbilang tidak mengecewakan meski ia menandai debutnya itu dengan kartu kuning.

Jika yang bersangkutan bisa menunjukkan bahwa dirinya cukup fit untuk dimainkan secara penuh, maka United bisa bergantung padanya, mengingat pria 31 tahun itu merupakan tipe pemain yang dibutuhkan Setan Merah menimbang kecerdasan dan pengalamannya, demikian seperti diklaim Peter Schmeichel saat bertugas sebagai pandit televisi semalam.