Lima Pemain Manchester United Yang Paling Mengecewakan Sejauh Ini

Deretan pemain ini gagal menunjukkan kemampuannya di tengah ekspektasi yang meninggi di Old Trafford. Siapa saja mereka?

Keterpurukan Manchester United dalam beberapa waktu belakangan tentu tidak terlepas dari performa pemain di tim tersebut. Beberapa dari mereka bahkan kesulitan untuk memenuhi ekspektasi yang kian meninggi di Old Trafford di bawah arahan manajer Louis van Gaal.

Van Gaal bahkan menyatakan bahwa tekanan dari fans dan media membuat pemainnya ketakutan, dan hal itu menyebabkan mereka kalah 2-0 saat bertanding melawan tuan rumah Stoke City di Britannia Stadium pada Boxing Day kemarin, dengan ia menyebut para pemainnya layak disalahkan.

“Kami tidak memainkan sepakbola secara berani di babak pertama di mana kami kebobolan dua gol tandang dengan cara yang buruk,” tutur Van Gaal usai ditekuk Stoke.

“Kami tidak bermain dengan semestinya karena tertekan dan kami tidak mampu mengatasi tekanan itu baik sebagai tim maupun individual. Saat turun minum, saya berkata bahwa kami harus bisa bangkit dan kemudian performa kami membaik di babak kedua.”

“Anda boleh berkata bahwa saya gagal dalam pekerjaan ini, tetapi pada akhirnya para pemain juga gagal melakukan tugasnya. Anda boleh berkata saya gagal, tetapi saya pikir tidak sesimpel itu,” imbuhnya.

Dengan kekalahan tersebut, The Red Devils kini tengah dalam laju empat kekalahan beruntun di semua kompetisi, yang mana ini menjadi laju terburuk sejak 1961, dan mereka tidak lagi meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir.

Lantas, siapa saja pemain yang tampil mengecawakan sejauh ini? Silakan menyimak!

  
WAYNE ROONEY

 

Sang kapten layak disalahkan atas performa buruk timnya di musim ini. Sejauh ini, penyerang internasional Inggris itu terlihat kesulitan untuk tampil bagus di klubnya, meski di level timnas ia terbilang sangat tajam dan menjadi penentu kelolosan Inggris ke Euro 2016.

Di musim ini, Rooney, yang pada Oktober kemarin genap berusia 30 tahun, baru mampu mencetak dua gol di ajang Liga Primer dari 14 penampilannya. Dari jumlah penampilan tersebut, ia hanya mampu melepaskan sembilan tendangan ke gawang, dengan rasio konversi hanya sembilan persen.

Dengan ia yang kerap digeser ke posisi lain, Rooney praktis kesulitan untuk mencetak gol, dan hal itu membuat para pendukung jarang melihat timnya menjebol gawang lawan mengingat tidak ada penyerang tajam di skuat Setan Merah.

  
MEMPHIS DEPAY

 

Didatangkan mahal dari PSV Eindhoven dengan status sebagai top skor dan juara Eredivisie musim lalu, Depay bisa dibilang gagal memenuhi tuntutan dari para penggemarnya.

Di musim ini dari 14 penampilannya di Liga Primer, Depay baru mampu menciptakan dua gol dari 12 tendangan ke gawang yang ia arahkan, di mana rasio konversinya hanya tujuh persen. Di pertandingan kemarin, Depay malah melakukan blunder dalam terciptanya gol perdana Stoke.

Terlepas itu, pemuda satu ini justru lebih banyak disorot media di luar penampilannya sebagaimana pemain yang sempat digadang-gadang sebagai "The Next Ronaldo" ini justru kerap mengundang tatapan sinis lantaran tingkahnya yang berlebihan.

Beberapa waktu lalu, Depay tertangkap kamera wartawan mengendarai mobil Rolls-Royce seharga 240 ribu poundsterling jelang duel melawan Stoke, dan banyak media lantas mencapnya sebagai pemain dengan gaya hidup mewah dengan performa sampah.

  
DALEY BLIND

 

Banyak pihak menyebut Daley Blind sebagai titik lemah United jika ia digeser ke posisi bek kiri maupun bek tengah. Pemain internasional Belanda itu terlihat kerepotan saat beradu fisik dengan tipikal winger Liga Primer yang cepat serta barisan penyerang lawan yang kekar.

Di awal musim, Blind sempat dimainkan di lini sentral bersama Chris Smalling, yang sedikit banyak membantunya untuk mengatasi kekurangan fisik, namun mantan pemain Ajax Amsterdam itu sangat keteteran ketika diharuskan meng-cover sektor kiri pasca cederanya Luke Shaw dan Marcos Rojo.

Dari 16 penampilannya di kompetisi kasta tertinggi di Inggris, di mana semuanya sebagai starter, Blind hanya bisa memenangkan duel udara – yang terbilang krusial – sebanyak 38,3 persen, dengan tekel menang di angka 68 persen.

Jumlah tersebut terbilang sangat kurang untuk pemain yang beroperasi di lini belakang, dan mau tak mau ia harus rela dimasukkan dalam pemain yang tampil mengecewakan sejauh ini.

  
MAROUANE FELLAINI

 

Paul Ince pernah menyebut Fellaini bukan tipe pemain yang cocok untuk United, dengan berkata: “Dia bermain bagus untuk Everton sebagai nomor 10 di bawah arahan David Moyes, namun ada beberapa pemain di tim tertentu di bawah manajer tertentu yang bisa saling melengkapi. Dengan Fellaini, saya kira dia adalah pemain yang sangat pintar, namun dia ada di klub yang salah," demikian Ince.

Di musim ini, Fellaini sempat mengalami cedera yang membuatnya menepi sekian lama. Di musim ini pula ia pernah dimainkan sebagai penyerang di saat timnya mengalami krisis di lini depan, dengan Van Gaal menganggap tinggi badannya bisa menjadi senjata meski hal itu tidak pernah terbukti.

Dari 10 penampilannya di Liga Primer, di mana lima di antaranya datang sebagai pemain pengganti, pemain internasional Belgia itu – yang memiliki tinggi badan 194cm – justru hanya mampu memenangkan duel sebesar 38,5 persen, dengan kemenangan duel udara di angka 39,1 persen.

Dengan posisinya yang tidak jelas, kesulitan Fellaini di United tampaknya akan berlanjut.

  
PHIL JONES

 

Pemain satu ini tidak pernah terlepas dari cedera. Dengan gaya bermainnya yang lebih mirip pemain rugby, tidak heran Jones selalu masuk ruang perawatan dan tidak jarang harus menepi lama akibat gaya bermainnya tersebut.

Di musim ini, Jones melewatkan banyak pertandingan dengan posisinya kemudian diisi Blind serta pemain lain. Namun saat kembali pulih, pemain internasional Inggris itu kesulitan untuk menemukan irama bersama Smalling di lini sentral, dan hal itu terlihat jelas di pertandingan melawan Stoke kemarin.

Di pertandingan kemarin, Jones sangat mudah dilewati dan kepayahan ketika menghadang barisan penyerang Stoke. Bahkan The Potters arahan manajer Mark Hughes bisa saja mencetak lebih banyak gol andai permukaan lapangan di Britannia bagus sedikit.

Di gelaran Liga Primer musim ini, Jones baru bermain di delapan pertandingan, di mana lima di antaranya sebagai starter. Catatan bertahannya terbilang kurang untuk seorang pemain belakang, dengan ia hanya mampu melakukan tekel sebanyak delapan kali serta intersepsi 12 kali.