Liverpool Dan Manchester United Imbau Fans Jaga Sikap

Kedua klub memberi peringatan melalui suatu pernyataan resmi kepada para suporter agar tak ada melakukan hal-hal yang bersifat ofensif dan diskriminatif.

Melalui situs resminya, Liverpool dan Manchester United mengimbau kepada para fans untuk lebih saling menghormati. 

Liverpool akan menjamu Manchester United di Stadion Anfield, pada matchday delapan Liga Primer Inggris, Senin (17/10) malam waktu setempat, atau Selasa (18/10) dini hari WIB.

Kedua klub merilis pernyataan bersama sebagai berikut, "Kedua klub, fans mereka, dan penggemar sepakbola di seluruh dunia sangat menantikan laga bersejarah dan penuh gairah antara dua klub yang memiliki rivalitas terbesar di dunia olahraga ini."

"Terdapat rivalitas yang besar di antara kedua fans dan kami memohon para fans untuk saling menghormati dan membantu memberantas segala bentuk perilaku ofensif dan diskriminatif dalam laga tersebut."

"Jika ada suporter yang tertangkap tangan melakukan segala bentuk aksi ofensif dan bersifat diskriminasi oleh steward [pihak yang berwenang mengamankan laga] atau via CCTV maka mereka akan segera dikeluarkan dari stadion, dengan risiko ditangkap, dituntut, dan dilaporkan agar ditindak sesuai regulasi yang berlaku."

"Ini merupakan pertandingan yang sangat luar biasa dalam kalender Liga Primer dan kami berterima kasih kepada semua fans atas dukungannya dalam setiap aspek penting terkait pertandingan."

Rivalitas kedua klub memang sangat luar biasa. Mengingat dua klub tersebut merupakan yang tersukses di Inggris sepanjang sejarah. Total jumlah gelar juara Liga Inggris dua klub tersebut adalah 38 (Liverpool 18, Man United 20). Meski liverpool belum pernah kembali menjadi juara di era Liga Primer (sejak 1992/93). Sementara di Liga Champions, total depalan piala telah mereka koleksi (Liverpool lima kali, Man United tiga kali).

Situs resmi Man United mengabarkan, menurut pihak penyiaran, laga Liverpool kontra Manchester United adalah pertandingan antarklub terbesar di dunia sepakbola dan akan disaksikan sekitar 700 juta orang di lebih dari 200 negara.