Louis Van Gaal: Tak Adil Jika Saya Dianggap Pelatih Otoriter

Dalam jumpa pers perdananya di United, pelatih asal Belanda langsung menepis pendapat yang menyebutnya sebagai orang yang bersikap otoriter.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Louis van Gaal dengan tegas menolak anggapan banyak pihak yang menyebutnya sebagai pelatih yang menonjolkan sikap otoriter. Hal ini diungkapkannya dalam jumpa pers pertamanya sebagai manajer Manchester United, Kamis (17/7).
Seperti diketahui, banyak pendapat dari berbagai pihak yang menuduh eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich ini punya sikap kolot sebagai pelatih dan cenderung mengarah ke otoriter. Meski mengakui sikap tersebut memang terdapat di dalamnya, Van Gaal mengaku lebih senang menyebut dirinya sebagai pelatih yang demokratis, punya empati, dan berkarakter kuat.
“Sungguh tidak adil karena media hanya ingin menonjolkan sebagian kepribadian tersebut. Memang sikap itu ada, tapi hanya sebagian kecil. Saya adalah orang yang sama sejak saya melatih Ajax pada usia 39 tahun. Kepribadian saya tidak berubah,” tutur Van Gaal.
“Otoriter dan kepribadian kuat adalah sesuatu yang berbeda. Dan banyak orang menilai keduanya adalah hal yang sama. Saya punya kepribadian kuat dan setiap tahun di setiap tim yang saya latih, saya selalu menegaskan filosofi tersebut. Saya adalah pribadi yang demokratis dan berempati.”
Selain itu, Van Gaal juga berharap bisa meniru langkah pendahulunya, Sir Alex Ferguson, yang memiliki rezim sukses di Old Trafford selama hampir tiga dekade.
“Sir Alex [Ferguson] juga punya kepribadian kuat dan dia menunjukkannya lewat banyak gelar yang ia raih. Saya harap saya bisa menirunya,” tambahnya.
“Ya, kami sudah saling berbicara. Dia menelepon saya dan memberikan saya ucapan selamat dan berbicara singkat. Kami sudah saling mengenal satu sama lain. Saya akan bertemu dengannya sambil minum kopi dan anggur.”

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics