Luncurkan Buku Kedua, Bambang Pamungkas Bercerita Tentang Konflik Sepakbola Indonesia

Striker PBR itu mengakui sempat bimbang dalam memilih judul buku barunya itu.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter

Sebagai pesepakbola, Bambang Pamungkas memang dikenal bukan hanya elegan di atas lapangan hijau. Namun, dia juga memiliki sisi lain yang menarik, yakni gemar dalam menulis. Hal itu kerap dituangkannya dalam situs pribadinya selama ini. Di samping itu, dia juga mencoba menyalurkan ide-idenya dengan menulis sebuah buku.

Sukses dengan buku pertamanya yang berjudul Bepe20: Ketika Jemariku Menari, pemain yang akrab disapa Bepe ini kembali meluncurkan buku keduanya di salah satu toko buku ternama di Jakarta, Selasa (24/6) petang.

Dan, buku anyarnya itu pun diberinya judul Bepe20: PRIDE. Pemilihan judul dari buku ini diakui striker Pelita Bandung Raya (PBR) itu tak mudah. "Saya sempat merasa bimbang ketika harus memberi judul buku ini. Saya ingin sesuatu yang singkat, padat, namun memiliki kesan yang tegas," ucap mantan kapten timnas Indonesia itu, dalam acara peluncuran bukunya.

Berbeda dengan buku pertamanya yang lebih banyak membahas tentang perjalanan kariernya dari kecil hingga Piala AFF 2010, pada buku keduanya Bepe lebih spesifik menulis tentang masa-masa konflik sepakbola Indonesia pada 2010-2013.

"Setiap huruf dalam kata pride mewakili lima buah kata. Lima kata yang dapat membantu saya dalam menjelaskan isi dari buku ini. Lima kata itu adalah Plurality, Responsibility, Integrity, Dignity, dan Equality," pungkas mantan penggawa Persija Jakarta ini.

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.