Lupakan Neymar, Dua Pemain Brasil Ini Siap Unjuk Gigi

Topics

Kembalinya Neymar jadi salah satu fokus utama jelang duel Superclasico, namun ada dua penari Samba lain yang siap menyajikan aksi memukau di Estadio Monumental.

Lionel Messi hilang, Neymar terbilang.

Bareng Luis Suarez, Neymar da Silva Santos Junior membuat publik Barcelona bisa sedikit melupakan ketiadaan Lionel Messi. Kemungkinan untuk bertandang ke Santiago Bernabeu, 21 November mendatang, tanpa Messi pun “tiba-tiba” jadi tidak menakutkan.

Akhir pekan lalu Neymar mengemas gol ke-10 dan 11 di La Liga Spanyol musim ini untuk memimpin El Barca melengserkan Real Madrid dari puncak klasemen. Gol keduanya ke gawang Villarreal dalam kemenangan 3-0 di Camp Nou tak membosankan untuk disaksikan berulang-ulang. Aksi spesialnya itu disebut mirip Ronaldinho dan pantas dicap gol terbaik musim ini.

Terus berkibarnya performa striker 23 tahun itu dari laga ke laga bahkan membikin Joey Barton, yang pernah menjulukinya “Justin Bieber sepakbola” pada 2013, menyesali kata-katanya tersebut.

Pantaslah bila kembalinya Neymar ke skuat untuk laga panas Superclasico de las Americas menghadapi Argentina di Buenos Aires pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018, Jumat (13/11) pagi WIB, menambah optimisme serta antusiasme tim nasional Brasil. Sebelumnya sang kapten melewatkan empat partai kompetitif sebagai buntut tindakan tak terpujinya sewaktu dikalahkan Kolombia di Copa America 2015.

Pelatih Selecao Carlos Dunga meyakini Neymar sekarang lebih hebat dari Messi dan Cristiano Ronaldo, dua penguasa gelar Ballon d’Or dalam tujuh tahun terakhir . “Kalau kita melihat ranking berdasarkan angka dan statistik, Neymar superior saat ini,” katanya.

Neymar, kolektor 46 gol dalam 67 penampilan untuk Brasil dan kini nangkring di posisi kelima daftar topskor negaranya – hanya berselisih dua dari Zico di atasnya, jelas akan jadi tumpuan utama Dunga untuk melibas Argentina yang minus tiga penyerang top dalam diri Messi, Sergio Aguero, dan Carlos Tevez.

Namun, untuk sejenak marilah kita mengalihkan pandangan dari mantan jagoan Santos itu, karena ada dua penggawa lain Samba yang siap menari-nari menerobos barikade pertahanan Albicelestes di Estadio Monumental. Sama-sama berstatus eks Shakhtar Donetsk, nama keduanya kini menjulang di liga-liga top Eropa: Douglas Costa dan Willian.

Meski nasib klub masing-masing, Bayern Munich dan Chelsea, sedang berbeda 180 derajat, konsistensi penampilan sepasang winger ini sama tingginya. Plus mereka melengkapi keunggulan skill dengan etos kerja tinggi sehingga disayang Pep Guardiola dan Jose Mourinho.

Mulanya langkah Bayern Munich memboyong Costa seharga €30 juta melahirkan sejumlah tanda tanya dan keraguan. Banderol mahal untuk ukuran pemain yang belum punya nama – minimal di Eropa daratan. Segala keraguan sirna dengan cepat, secepat lesatan Costa di lapangan, setelah pemain kidal jebolan akademi Gremio itu langsung nyetel dengan skema Bayern arahan Guardiola. Datang untuk menambal lubang yang ditinggal Franck Ribery akibat cedera, kini bisa dipastikan Ribery harus berjuang ekstra keras untuk menggeser Costa dari tim inti saat sembuh nanti walau Guardiola sempat bilang Costa masih “harus makan banyak sup” untuk menyamai bintang Prancis itu.

Alih-alih mahal, kesepakatan €30 juta untuk Costa jadi terasa sebagai sebuah bargain. Cepat, berteknik tinggi, punya skill jauh di atas rata-rata, umpan akurat, pekerja keras, dan multiposisi, Costa adalah idaman semua pelatih. Ia bisa menjadi kepingan yang hilang dalam upaya Guardiola mengantar Bayern ke tangga juara Liga Champions.

Bayern sendiri tidak berjudi saat menebusnya dari Shakhtar Donetsk. Mengingat Shakhtar merupakan salah satu lawan “langganan” Pep dan Bayern di Liga Champions, tidak heran kalau kemampuan istimewa Costa sudah terpantau sejak lama.

“Saya mengenalnya dari laga-laga kami melawan Shakhtar Donetsk. Dari sana, saya yakin Bayern akan mendatangkannya. Saya sedikit memahami Pep dan saya tahu tipe pemain apa yang dicarinya untuk sesuai dengan sistemnya,” ungkap Claudio Pizarro, mantan striker Bayern.

“Saya sudah tahu dia cepat. Tapi dia terlalu cepat,” demikian pengakuan bek kanan Wolfsburg Vieirinha, yang berkali-kali dilewati Costa dalam pertemuan kedua klub di laga Piala Super Jerman awal musim ini.

Sejauh ini Costa telah memanjakan rekan-rekannya di Bayern dengan total sembilan assist di semua kompetisi. Di seantero Eropa angka itu cuma inferior dari Mesut Ozil (Arsenal), yang melepaskan sepuluh umpan berbuah gol. Goal tanpa ragu memosisikannya di peringkat pertama daftar transfer terbaik musim panas 2015.

Kalau Costa bakal menyokong Neymar dari sektor kiri, di sisi sebaliknya ada Willian yang tak kalah gahar.

*) Khusus di liga domestik

Sementara Chelsea terus terseok-seok mencari kebangkitan, pemain yang pernah bahu-membahu membela Shakhtar bersama Costa dari 2010 hingga 2013 itu tetap berdiri tegap dengan konsistensi performanya. Di saat pemain-pemain seperti Cesc Fabregas dan Eden Hazard menurun, sinar Willian justru makin cemerlang. Ia menjadi cahaya harapan di tengah momen gelap The Blues.

“Dia bermain sangat baik, bukan hanya hari ini. Dia telah bermain baik untuk waktu lama” puji Jose Mourinho setelah tendangan bebas Willian menentukan kemenangan Chelsea 2-1 kontra Dynamo Kiev di Liga Champions pekan lalu.

“Semua bermain sangat baik, tapi saya pikir wajar melihat Willian dengan pandangan berbeda karena tingkat kerjanya, kualitas dengan bola, dan jelas partisipasinya dalam gol pertama serta gol kedua yang fenomenal.”

Aksi tak kenal lelah Willian berlari naik-turun sepanjang laga sudah terlihat sejak awal kedatangannya ke Stamford Bridge pada 2013, namun saat itu end product berupa umpan silang atau tembakan darinya masih mengecewakan. Menginjak musim ketiganya berseragam Si Biru, progres Willian patut diacungi dua jempol.

Lima gol yang sudah disarangkan Willian memecahkan rekor pribadinya dalam semusim di Chelsea – ia membuat total empat gol pada 2013/14 dan 2014/15 – plus menjadikannya topskor klub pada kampanye terkini, unggul dua di atas Diego Costa dan Ramires.

“Dia telah menjadi salah satu penampil terbaik kami dan semua orang bisa melihat itu,” ucap kiper Asmir Begovic. “Willian adalah pemain kelas dunia dan mencetak sejumlah gol fantastis, yang adalah luar biasa untuk kami. Ada banyak pemain kelas dunia, yang punya skill saat maju tapi tak selalu ikut mundur. Namun Willian bekerja amat keras di kedua ujung lapangan.”

“Pemain-pemain lain lebih banyak mendapatkan headline tetapi dia sungguh menakjubkan,” imbuh Begovic.

Kehilangan Messi, Aguero, Tevez, di saat harus berhadapan dengan trio Willian, Neymar, Costa? Nirkemenangan Argentina di Pra-Piala Dunia 2018 terancam berlanjut.