Malaysia Telan Rekor Kekalahan Terbesar

Kekalahan 10-0 di kandang Uni Emirat Arab menjadi rekor terburuk yang diderita Harimau Malaya.

Malaysia menelan sepuluh gol tanpa balas dalam lawatan ke markas Uni Emirat Arab pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018, Kamis (3/9) malam.

Gawang Malaysia, yang dijaga bergantian oleh tiga penjaga gawang selama 90 menit, sudah jebol tujuh kali saat turun minum. Mohanad Salem membuka keran gol tuan rumah pada menit ke-16. Setelahnya, dimulai dari menit 22, UEA menceploskan enam gol dalam rentang waktu 15 menit.

UEA mengendurkan tekanan pada babak kedua sehingga "hanya" menambah tiga gol lagi. Ahmed Khalil mengumpulkan empat gol, sedangkan kapten Ali Mabkhout mengemas hat-trick.

Pergantian kiper dilakukan pelatih Dollah Salleh pada menit ke-28. Khairul Fahmi Che Mat digantikan Mohammad Zamir Selamat. Pergantian kiper terpaksa dilakukan lagi oleh sang pelatih. Menit 62, Zamir menderita cedera sehingga digantikan dengan Khairul Khalid.

Jika dihitung, Che Mat kebobolan empat gol. Sementara, Zamir dan Khalid sama-sama menderita tiga kali kebobolan.

Ini merupakan kekalahan terbesar yang didapat sepanjang sejarah sepakbola Malaysia. Rekor sebelumnya terjadi pada 1967 ketika Harimau Malaya dibekuk Selandia Baru.

Kekalahan ini memperburuk posisi Salleh. Usai Piala AFF tahun lalu ketika Malaysia secara mengejutkan menjadi runner-up, Malaysia tak mampu mengemas kemenangan sepanjang 2015. Tiga kali Malaysia bermain imbang melawan Hong Kong, Timor Leste, dan Bangladesh. Dua kali kalah dengan skor identik, 6-0, dari Oman dan Palestina; dan terakhir kekalahan di markas UEA.

Empat hari lagi, Malaysia akan menjamu Arab Saudi di Stadion Shah Alam. Akankah terjadi rekor gol lagi?

Topics