MAN OF THE MATCH Manchester United 3-0 Tottenham Hotspur: Marouane Fellaini

Marouane Fellaini tampil impresif ketika Manchester United menggilas Tottenham Hotspur tiga gol tak berbalas, Senin (16/3) dini hari tadi.

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter

Ketika tiba di Old Trafford musim lalu, Marouane Fellaini mengundang banyak ekspektasi dari para fan Manchester United. Harga mahal yang ditebus David Moyes pun seolah mengamini ekspektasi tersebut, tapi yang tersaji malah sebaliknya. Fellaini hanya menjadi pelengkap penderita The Red Devils yang akhirnya harus terjebak di papan tengah.

Sang gelandang Belgia bahkan dicap sebagai pembelian gagal dan pemain terburuk di era Moyes.

Namun suasana di Old Trafford hari ini (16/3) justru menggambarkan sebaliknya. Fellaini dipuja oleh kerumunan orang berseragam merah. Mereka seolah lupa bahwa sang gelandang berambut afro tersebut jadi bulan-bulanan musim lalu. Well, wajar saja karena Fellaini tampil impresif ketika Manchester United menggilas Tottenham Hotspur tiga gol tak berbalas.

Keputusan Louis van Gaal untuk menempatkan Fellaini sebagai kreator di belakang Wayne Rooney mungkin sempat memicu tanda tanya di awal laga. Bagaimana mungkin playmaker sekelas Angel di Maria dicadangkan, sementara pemain terburuk musim lalu dipercaya jadi pemain inti dengan peran krusial?

Van Gaal dan Fellaini menjawab keraguan tersebut dengan aksi di lapangan. Fellaini mencetak gol pembuka United di menit kesembilan setelah kerjasama apik yang ia jalin dengan Michael Carrick. Dengan tenang, bola ia gulirkan ke sudut gawang Hugo Lloris dan selebrasi antusias bersama rekan setimnya ia lakukan di sudut lapangan. Gemuruh Old Trafford pun terdengan mengelu-elukan nama sang gelandang.

Peran Fellaini tak berhenti sampai di situ. Tandukan kerasnya menyambut sepak pojok gagal diantisipasi dengan sempurna oleh bek Spurs. Alhasil, bola mengarah ke kepala Carrick dan sang gelandang Inggris langsung menggandakan keunggulan Setan Merah di tengah kemelut tersebut.

Kekuatan fisik Fellaini pun kembali jadi sorotan. Dengan rambut afro dan badang tinggi besar, keberadaannya sudah cukup merepotkan lini tengah Spurs.Belum lagi, tekel agresif kembali ia lancarkan dan tak jarang ia melakukan kontak fisik untuk menghentikan pergerakan Christian Eriksen dkk.

Duetnya dengan Carrick sukses besar mematikan aliran bola The Lilywhites. Memang sulit menentukan siapa yang pantas jadi pemain terbaik dalam kemenangan besar ini, tapi krusialnya gol sang gelandang, peran dalam menyerang, serta ketangguhan dalam mendominasi lini tengah kiranya jadi alasan yang tepat.

Fellaini berhasil membungkam keraguan, sekaligus menunjukkan kualitasnya dalam laga krusial perebutan kursi empat besar Liga Primer. United kini mantap di peringkat keempat dengan 56 poin.

addCustomPlayer('1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', '', '', 620, 540, 'perf1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', 'eplayer4', {age:1407083158258});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.