Manajemen Berharap Pemain Pelita Bandung Raya Bisa Bangkit

Topics

Windra berharap para pemain memetik pelajaran agar lebih disiplin menjaga sikap di atas lapangan.

LIPUTAN RIZKAART CENDRADIPUTRA DARI BANDUNG Manajemen Pelita Bandung Raya berharap para pemain bisa bangkit usai mendapatkan hasil menyesakkan kala dijamu Persija Jakarta, dan menjadikan laga itu sebagai pelajaran.

Tim besutan Dejan Antonic unggul 1-0 hingga menit 90 lewat sundulan Bambang Pamungkas. Namun penalti Ponaryo Astaman membuyarkan kemenangan yang sudah di depan mata.

“Iya kita kecewa. Ada beberapa keputusan dari wasit yang tidak terduga. Kalau dari kita tetap menerima hasil kemarin. Kita harus segera bangkit lagi, karena kemarin saya liat kondisi anak-anak sangat down karena tidak menyangka dapat hasil seperti ini,” ungkap manajer PBR Rawindra Ditya.

“Laga kemarin memberikan banyak pelajaran kepada para pemain muda kami. Mereka pasti mengalami tekanan yang berbeda saat bermain di kandang lawan, dan sedang unggul. Ke depannya kita harus lebih bisa menjaga konsentrasi, dan lebih disiplin lagi, baik disiplin menjaga omongan, atau menjaga lawan.”

Manajemen memberikan jatah libur untuk seluruh pemain kemarin, dan kembali melakoni rutinitas latihan hari ini, dan besok di Lembang, mengingat The Boys Are Back akan menjamu Persik Kediri di Stadio Si Jalak Harupat, Rabu (20/8).

Disinggung mengenai sikap Dejan, Windra, sapaan Rawindra, mengaku sang pelatih memang kesal dengan hasil yang diraih PBR.

“Dejan memang emosional tapi karena sudah lama tinggal di Indonesia, dia lebih bisa mengontrol perasaannya. Tapi kemarin memang kejadiannya sangat menyesakkan. Ia kesal dan marah mengapa perjuangan anak-anak di lapangan tidak mendapat hasil yang sesuai,” kata Windra.

Khawatir Dejan akan larut dalam kondisi emosinal yang terus menerus, Windra mengaku akan berbicara lebih lanjut dengan pelatih asal Serbia tersebut supaya menahan sisi emosinya. Ia khawatir kondisi seperti itu bisa menular, dan memberikan dampak buruk kepada pemain.

Dalam laga kemarin, Windra menyoroti dua hal yang patut dipertanyakan karena merugikan timnya. Pertama soal kartu merah yang diterima Hermawan, dan penalti bagi Persija saat masa perpanjangan waktu.

"Saya sudah berbicara dengan Hermawan, ia mengaku tidak merasa ngomong apa-apa, dia hanya mempertanyakan mengapa wasit mengambil keputusan itu. Soal penalti memang ada sentuhan, tapi saya melihat tangan Kim Kurniawan pasif karena ia tergelincir, jatuh, lalu bola mengenai tangan Kim," lanjutnya. (gk-61) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.