Manajemen Persela Lamongan Akui Tunggak Gaji Pemain

Yunan mengakui Persela masih menunggak gaji satu setengah bulan kepada pemain mereka.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN
Apa penyebab grafik Persela Lamongan yang menurun tajam saat melakoni babak delapan besar Indonesia Super League (ISL) 2014, mulai terkuak. Salah satunya, lantaran tersendatnya gaji Choirul Huda dan kawan-kawan. Hal itu dibenarkan manajer Persela, Yunan Achmadi.

Ia mengatakan, pihaknya memang memiliki tunggakan gaji pemain. Meski ia menolak nominal dua kali gaji, yang sempat diberitakan oleh beberapa media. "Tunggakan awal memang dua bulan, tapi kami sudah bayarkan setengah gaji dari satu bulan. Sehingga tunggakan kini tersisa hanya satu bulan setengah," ujar Yunan, kepada Goal Indonesia.

Selain dipengaruhi faktor gaji, Yunan menilai, menurunnya performa para pemain Persela di babak delapan besar, karena tergabung di grup berat bersama Arema Cronus, Persipura Jayapura, dan Semen Padang.

"Tapi kami tetap komitmen, akan melunasi gaji para pemain. Kami tidak akan lari dari tanggung jawab. Kami pasti akan melunasinya. Hanya saja, kami meminta para pemain untuk bersabar, pasti akan kami lunasi kok," tegasnya.

Hanya saja, kucuran dana untuk pembayaran gaji pemain harus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi finansial.

"Saya pikir ini tinggal tunggu waktu saja. Lagi pula, proses pembayaran gaji selama ini sudah lebih baik dibandingkan musim lalu. Paling tidak, pada Bulan November ini atau sebelum kompetisi berakhir, gaji pemain sudah tuntas," bebernya.

Prahara itu pula yang ditengarai beberapa pihak, menjadi pemicu hengkangnya Eduard Tjong dari kursi pelatih Persela. Walaupun kinerja Edu, sapaan akrab Eduard Tjong, bersama Persela musim ini dianggap banyak pihak cukup bagus, dengan mampu meloloskan Laskar Joko Tingkir ke babak delapan besar. Apalagi dengan materi pemain yang terbilang pas-pasan.

Edu sendiri sudah mengucapkan pamit, usai Persela merampungkan babak delapan besar kontra Persipura di Stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (29/10) kemarin. Dalam laga itu, Persela dipermak tim Mutiara Hitam dengan skor telak 4-1.

Kiprah Persela di babak delapan besar memang cukup mengenaskan. Dari enam pertandingan yang dilakoni, Laskar Joko Tingkir hanya mengemas satu poin yang menjadikan mereka penghuni dasar klasemen grup K.(gk-43)
addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.