Manajer Persepam Madura Utama: Sanksi FIFA Jadi Bahan Introspeksi

Topics

Said Abdullah menyatakan, Indonesia telah menunjukkan kemandirian, meskipun tidak mengikuti event internasional.

Manajer Persepam Madura Utama Said Abdullah menilai sanksi FIFA tidak perlu diratapi, dan bisa menjadi titik balik kebangkitan sepakbola nasional di masa mendatang.

Komite eksekutif (Exco) FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia akibat adanya intervensi pemerintah melalui kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) terhadap PSSI. Menurut Said, ini menjadi bagian dari introspeksi yang harus dilakukan PSSI dan klub.

“Ini bagian introspeksi bagi PSSI, PT Liga [Indonesia], dan klub-klub, agar bisa membenahi dunia sepakbola kita. Saya percaya bahwa dibalik semua ini membuat kita akan lebih profesional mengelola sepakbola,” ungkap Said kepada Goal Indonesia.

Selain itu, pria kelahiran Sumenep ini justru melihat kesempatan bagi Indonesia menunjukkan kemandiriannya sebagai bangsa, dan membuktikan kepada FIFA akan lebih baik mengelola sepakbola, meskipun terkena sanksi.

“Meskipun tanpa mengikuti event internasional, tunjukkan kemandirian kita sebagai bangsa. Kita pasti bisa menunjukkan kepada dunia, kita akan jauh lebih baik mengelola persepakbolaan nasional,” tambahnya.

Anggota DPR RI dari PDI Perjuaran ini juga menyindir FIFA yang sudah tidak lagi memiliki wibawa di mata anggotanya setelah beberapa petinggi organisasi diciduk FBI dan Interpol terkait dugaan korupsi.

“FIFA juga tidak punya wibawa di mata klub-klub Eropa, karena menjadi sarang mafia,” pungkasnya. (gk-62)

Topics