Manchester City & Leicester City, Dua Kandidat Juara Beda Harga

Dua tim teratas EPL ini memiliki nilai skuat yang terlalu timpang. Bahkan, seluruh skuat The Foxes memiliki harga yang setara dengan nilai transfer seorang pemain The Citizens.

Dongeng dalam sepakbola ternyata sungguh-sungguh terjadi. Meski belum terkonfirmasi menjadi juara -- untuk membuat kisah dongeng tersebut menjadi sempurna -- Leicester City tetap mampu menunjukkan kepada dunia bahwa pepatah populer “apa pun bisa terjadi selama bola masih bulat” masih berlaku tanpa tanggal kedaluwarsa.

Leicester seperti resisten terhadap segala ingar-bingar industri sepakbola modern, terutama di Liga Primer Inggris, yang begitu mendewakan uang: pemain mahal, pelatih mahal, gaji mahal, tiket mahal, hingga hak siar mahal.

Dengan materi skuat yang seadanya dan sederhana, siapa sangka Leicester besutan Claudio “The Tinkerman” Ranieri kini masih menguasai tampuk klasifika EPL hingga memasuki pekan ke-25.

Namun, tim berjuluk The Foxes itu mendapat tantangan berat pada Sabtu (6/2) malam WIB esok ketika melawat ke Etihad Stadium, menghadapi Manchester City, sang coverboy dalam gemerlapnya EPL dalam sedekade terakhir ini.

Kenyataannya, City saat ini masih berjarak tiga poin di bawah Leicester. Sebuah fakta yang membuat kita mengernyitkan dahi, mengingat betapa lebarnya jurang perbadaan nilai skuat di antara kedua tim.

Di awal musim 2015/16, CIES Football Observatory merilis nilai setiap skuat dari ke-20 tim EPL. Sama sekali tidak mengejutkan jika City keluar sebagai “juara” dengan skuat bernilai total €560 juta (£430 juta), diikuti oleh Manchester United (€533 juta), Chelsea (€407 juta), Liverpool (€344 juta), dan Arsenal (€305 juta). Lantas, di mana posisi Leicester?

The Foxes ternyata mengawali musim ini dengan skuat termurah keempat di EPL, yakni €72 juta (£55 juta). Itu artinya, skuat Leicester hanya bernilai sepederlapan dari total nilai skuat City di awal musim ini.

Yang lebih mencengangkan, seluruh skuat Leicester ternyata lebih murah dari Kevin De Bruyne, yang diangkut City dari Wolfsburg pada musim panas lalu senilai €74 juta. Itulah utama alasan mengapa kejutan Leicester di musim ini layak disebut sebagai sebuah kisah dongeng.

Seiring dongeng Leicester berlanjut, perkembangan harga pemain mereka mengalami inflasi. Sang topskor Jamie Vardy adalah contoh yang paling kentara. Pada Januari 2014 silam, Transfermarkt merilis harga pasaran Vardy senilai £1,1 juta, namun kini harganya melonjak menjadi £4,8 juta. Angka tersebut bisa berlipat jumlahnya hingga berpuluh juta poundsterling jika Vardy dijual ke klub besar pada musim panas mendatang.

Transfermarkt turut mencantumkan harga seluruh skuat Leicester yang naik menjadi £71,6 juta. Meski demikian, jumlah tersebut masih kalah jauh jika dibandingkan dengan City yang memiliki harga total seluruh skuatnya mencapai £382,5 juta.

Sekarang, mari kita simak total harga Starting XI (perkiraan) yang bakal diturunkan City dan Leicester pada akhir pekan ini di Etihad sebagaimana harga yang dirilis Transfermarkt.

NILAI STARTING XI

MANCHESTER CITY & LEICESTER CITY*
MANCHESTER CITY Harga   LEICESTER CITY Harga
Joe Hart £12 juta    Kasper Schmeichel £3,38 juta
Bacary Sagna £4,5 juta    Danny Simpson £1,5 juta
Nicolas Otamendi £24 juta    Wes Morgan £1,13 juta
Martin Demichelis £1,5 juta    Robert Huth £3,75 juta
Aleksandar Kolarov £8,25 juta   Christian Fuchs £2,25 juta
Yaya Toure £16,5 juta    Daniel Drinkwater £2,25 juta
Fernandinho £21 juta    N'Golo Kante £5,25 juta
David Silva £28,5 juta    Riyad Mahrez £8,25 juta
Raheem Sterling £37,5 juta    Marc Albrighton £1,13 juta
Kelechi Iheanacho £0,56 juta    Shinji Okazaki £6 juta
Sergio Aguero £45 juta    Jamie Vardy £4,5 juta
TOTAL  £199,3 juta   TOTAL £39,9 juta 

Ket: Sesuai harga menurut Transfermarkt.

Mudah ditebak, City unggul dengan total nilai skuat nyaris £200 juta, adapun Leicester hanya seperlimanya. Angka tersebut akan semakin timpang seandainya nama-nama pemain City yang cedera seperti De Bruyne, Vincent Kompany, Eliaquim Mangala turut dimasukkan.

Itu baru bicara nilai skuat, belum lagi soal pendapatan pemain di mana City memiliki tagihan gaji tertinggi di EPL musim ini, yakni mencapai £215 juta. Sementara Leicester “hanya” mengucurkan total dana sekitar £55 juta untuk membayar gaji Vardy dkk.

Kendati demikian, ketimpangan dalam hal finansial tersebut sama sekali bukan jaminan bahwa armada Manuel Pellegrini akan mampu mengalahkan Leicester secara mudah. Bagaimana pun, performa di lapangan yang akan menjadi penentunya.

Ya, si sederhana Leicester bukan cuma memiliki peluang setara dengan si kaya raya City untuk memenangkan pertandingan pada akhir pekan ini, tetapi mereka juga memiliki kans sama untuk menjadi juara EPL di akhir musim ini.