Marcus Rashford Wonderkid Anyar Manchester United

Topics

Nama penyerang muda asal Manchester itu kini dielu-elukan setelah mencetak empat gol dalam dua pertandingan terakhir. Siapakah Marcus Rashford?

Ada berkah di balik musibah. Itulah kira-kira yang kini sedang dialami Manchester United setelah musim mereka tampak terselamatkan oleh deretan pemain akademi. Dan satu yang paling mencuri perhatian adalah sosok Marcus Rashford, pemuda asal selatan Manchester.

Dua pekan lalu mungkin tidak ada yang mengenal nama pemain satu ini. Itu wajar, lantaran yang bersangkutan merupakan bagian dari tim akademi United dan belum pernah dimainkan untuk pertandingan resmi.

Namanya pertama kali mencuat ketika manajer Louis van Gaal membawanya ke Vicarage Road markas Watford pada November silam, namun Rashford tidak dimainkan dan hanya diperintahkan belajar dari bangku cadangan, dan kejadian serupa ia alami di King Power Stadium markas Leicester City sepekan kemudian.

Akan tetapi, Rashford kini sukses menjadi buah bibir di Manchester pada khususnya dan dunia pada umumnya setelah mengukir empat gol dalam dua pertandingan terakhir untuk Setan Merah.

Pemain yang menolak kesempatan bergabung dengan Liverpool dan Everton itu mendapatkan sorotan media ketika United dihadapkan dengan laga penting melawan FC Midtjylland di leg kedua babak 32 besar Liga Europa di Old Trafford, Jumat (26/2) dini hari WIB kemarin.

Di pertandingan itu, United yang dituntut harus menang awalnya was-was setelah penyerang andalan Anthony Martial mengalami cedera lutut di bagian hamstring kaki kanan saat pemanasan, dan opsi yang tersisa untuk lini depan hanyalah Rashford, mengingat penyerang lain seperti Wayne Rooney dan Will Keane sudah menepi sebelumnya.

Kekhawatiran besar sempat melanda United setelah Midtjylland mencetak gol terlebih dahulu melalui aksi Pione Sisto untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0, dengan tim asal Denmark itu mengantongi keunggulan agregat 3-1. Tapi, United punya ide lain sebagaimana mereka sedikit banyak terbantu aksi brilian Memphis Depay di sektor kiri hingga memaksa kubu lawan melakukan bunuh diri di menit ke-32.

Di menit ke-63, dengan Midtjylland yang menggenggam keunggulan agregat 3-2, Juan Mata mengejar bola yang hampir keluar dan memberikan umpan tarik kepada Rashford untuk dituntaskan. Bahkan jika pada akhirnya United tersingkir dari ajang Liga Europa, gol tersebut cukup membanggakan bagi sang pemain.

Namun Rashford tak berhenti sampai di situ. Dua belas menit kemudian, ia menciptakan gol keduanya memanfaatkan pergerakan cerdik Guillermo Varela yang kemudian mengirimkan umpan silang ke sisi jauh.

Malam itu seperti mimpi, dan mimpi tersebut dihadirkan oleh pemain yang awalnya tidak diprediksi bakal tampil sebagai starter, ditambah lagi United dipastikan melaju ke putaran selanjutnya berkat dua gol tambahan yang dicetak Ander Herrera dan Depay untuk mengunci agregat 6-3.

Setelah debut gemilangnya, Rashford kembali diandalkan untuk duel yang tak kalah penting melawan Arsenal dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-27, Minggu (28/2) malam WIB.

Di pertandingan semalam, penyerang muda itu sekali lagi dipercaya tampil sebagai tumpuan selagi United memainkan banyak pemain akademi untuk menyiasati dampak cedera yang melanda. Dan perjudian Van Gaal untuk memainkan deretan pemain muda kembali terbayar setelah Rashford mencetak dua gol dan satu assist dalam kemenangan 3-2 atas The Gunners.

Menanggapi dampak terakhir yang diberikan Rashford, Van Gaal mengatakan: “Dia bermain dengan baik, saya kira begitu, mungkin lebih baik ketimbang saat melawan Mdtijylland karena lawannya lebih berat dan dia melakukan sesuatunya dengan lebih baik,” ujarnya kepada MUTV. “Dia juga mencetak dua gol dan saya sangat senang dengan dia. Saya rasa dia akan menjadi talenta yang sangat spesial.”

Pertanyaan yang kini mengemuka, siapa sebenarnya Rashford ini?

Bagi yang belum tahu, Rashford merupakan pemain lokal setempat yang pernah diperebutkan Everton dan Liverpool, namun ia lebih memilih United dan bergabung dengan tim akademi sejak usia tujuh tahun.

Posisi awal sang pemain adalah penyerang sayap, namun ia kini digeser lebih ke tengah dan menjadi tumpuan. Catatan 13 gol dari 25 penampilan untuk tim United U-18 musim lalu menjadi bukti ketajamannya dan ia sempat mengapteni tim United U-19 di ajang UEFA Youth League musim ini melawan PSV Eindhoven, dengan ia membukukan dua gol dalam kemenangan 3-0.

Kelebihan pemain satu ini adalah ia mampu menjadi penghubung bagi timnya di lini depan dengan mengandalkan kecepatan serta tak lupa mengemban tanggung jawab lebih.

Mantan pelatih akademi United Paul McGuineness bahkan dibuat terkesan oleh pemuda kelahiran 31 Oktober 1997 tersebut, dengan ia mengatakan: “Satu pemain yang mulai berkembang adalah Marcus Rashford. Dia menampilkan permainan yang menarik dan kita meliihat sejumlah hal mengesankan dari dia. Dia tengah berkembang dan mulai melakukan banyak hal,” ujarnya usai melihat Rashford mencetak gol lewat tendangan bebas dalam kekalahan 3-1 atas Tottenham Hotspur di putaran kelima FA Youth Cup musim lalu.

Performa Rashord dalam dua pertandingan terakhir untuk tim senior Setan Merah juga tak luput dari perhatian legenda Arsenal Thierry Henry, yang mendapati mantan timnya semalam kalah, dengan ia mengaku kagum akan permainannya secara keseluruhan.

“Apa yang saya suka dari dia, tentunya dia mencetak empat gol dalam dua pertandingan, adalah pergerakannya, cara dia mempertahankan bola dan ada tekad di sana,” ujar Henry kepada Sky Sports.

“Kesadarannya [dalam bermain], dia ada di kotak penalti, ketenangannya. Penempatan posisinya juga bagus, sundulannya juga, tepat sasaran. Dia dia juga tak lupa melakukan ‘pekerjaan kotor’.

“Ini bukan cuma soal gol, mempertahankan bola dan kesadarannya dalam bermain. Entah dia bisa melanjutkan ini atau tidak, namun saya menyukai permainannya secara keseluruhan," tutupnya.

Mulai dari sekarang, nama Rashford kiranya akan terus diingat. Akan tetapi, masih ada jalan panjang bagi sang pemuda untuk menahbiskan dirinya sebagai pilihan utama.

Pengalaman Federico ‘Kiko’ Macheda tentu layak dijadikan pelajaran jika ia tidak ingin bernasib sama seperti penyerang asal Italia tersebut, yang hanya menjadi wonderkid sesaat di Old Trafford.