Marko Grujic, Anak Bawang Pewaris Nomor Steven Gerrard

Belakangan ini Grujic jadi buah bibir di bursa transfer, siapa sebenarnya gelandang 19 tahun yang sempat jadi rebutan Inter dan Liverpool itu?

Belakangan ini  bursa transfer Eropa diramaikan oleh Marko Grujic. Namanya memang kurang familiar di telinga, tetapi klub-klub yang menyasarnya bukan sembarang klub Eropa. Internazionale dan Liverpool menjadi peminat terkuat sejauh ini, dengan kabar terkini menyatakan kalau Liverpool sudah memenangkan perebutan dan tinggal menunggu waktu peresmian.

Siapa sebenarnya Grujic itu dan pantaskah gelandang berusia 19 tahun itu dibebani ekspektasi besar oleh Liverpool?

Grujic sebenarnya tidak terlalu asing di kancah internasional. Namanya sudah mulai terdengar tengah tahun lalu, yakni ketika Serbia U-20 menjuarai Piala Dunia di Selandia Baru. Saat itu Grujic memang hanya jadi pemain pengganti, tetapi perkembangannya bersama Red Star Belgrande melesat makin tinggi setelah momen tersebut.

Sebenarnya ia sama sekali tidak jadi perhitungan para pelatih Red Star sekalipun sudah mencatatkan debutnya pada musim panas 2013. Namun bakat Grujic tertangkap oleh mata Miodrag Bozovic, pelatih anyar Red Star. Bozovic memanfaatkan postur tubuh dan kekuatan fisik Grujic untuk memperkuat lini tengah timnya sejak awal musim 2015/16. Tepat setelahnya, Grujic tak pernah absen mengisi starting XI Red Star.

Tidak hanya jadi langganan starter, Grujic terbilang produktif walau posisinya adalah gelandang bertahan. Gelandang setinggi 191 cm itu punya naluri untuk berlari ke depan dan membantu kreasi serangan dengan umpan akuratnya. Musim ini saja, ia sudah mencatatkan lima gol dan tujuh assist di Super Liga.

Tak heran, seorang jurnalis Serbia membandingkannya dengan Steven Gerrard. “Kalau saya harus membandingkan Marko Grujic dengan orang lain dalam konteks gaya bermain, saya akan membandingkannya dengan Steven Gerrard,” ungkap Vlastimir Stevanovic sebagaimana dikutip oleh Liverpool Echo.

Mungkin terlalu dini dan berlebihan untuk menyandingkannya dengan Gerrard, tetapi memang banyak kesan positif yang timbul dari mereka yang sudah menyaksikan permainan Grujic. Tubuhnya yang tinggi seperti Nemanja Matic membuatnya tangguh dalam duel udara. Belum lagi visi bermain dan umpan-umpan maut yang sering ia berikan pada rekannya. Singkat kata, Grujic memiliki kecerdasan bermain yang tinggi.

Kemampuan Grujic ini menjadi salah satu hal yang tidak dimiliki, tetapi sangat dibutuhkan oleh Liverpool saat ini. Gegepressing Jurgen Klopp selalu mati kutu setiap kali melawan klub-klub dengan permainan fisik yang sedikit keras. Apalagi ketika berebut bola di tengah, Emre Can, Lucas Leiva, dan Jordan Henderson selalu saja kalah ketika duel udara maupun duel fisik walau mereka dianugerahi stamina luar biasa.

Meskipun begitu, Grujic yang bakal meninggalkan Serbia di usia muda tetap butuh waktu untuk beradaptasi. Mantan rekan senegaranya, Milan Jovanovic dan Lazar Markovic, menjadi bukti bahwa suasana Serbia berbeda dengan gemerlap Liga Primer Inggris. Grujic tidak boleh dibebani ekspektasi selangit selama awal musimnya di Anfield.

Soal pengembangan bakat, tentu tak perlu dikhawatirkan karena Liverpool punya Klopp. Manajer berkebangsaan Jerman itu sudah terkenal dengan kemampuannya dalam mengasah berlian kasar di Borussia Dortmund. Mario Gotze, Mats Hummels, Shinji Kagawa, Robert Lewandowski, dan Neven Subotic merupakan beberapa contoh utamanya. Melihat track record tersebut, tidak ada salahnya berharap Grujic bakal menjadi Ilkay Gundogan-nya Liverpool, bahkan salah satu gelandang terbaik di Eropa seperti Gerrard.

Namun sebelum menyulap Grujic menjadi penerus Gerrard dengan nomor punggung delapan, Klopp harus menyelesaikan satu tugas yang sangat berat. Tugas itu adalah meyakinkan sang ayah, Goran Grujic, yang ngotot mencegah anaknya pindah ke Anfield.