Martin Odegaard & Borja Mayoral: Harapan Masa Depan Real Madrid

Embargo transfer Madrid sepertinya takkan terlalu berpengaruh karena mereka punya dua pemuda genius, Odegaard dan Mayoral.

Walau ada ancaman embargo transfer dari FIFA, Real Madrid punya alasan untuk tidak mengkhawatirkan masa depan mereka. Dalam diri Martin Odegaard dan Borja Mayoral, mereka punya dua pemuda yang akan segera mencuri perhatian publik, mengundang puji-pujian dari suporter, dan pandangan iri hati dari sesama profesional.

Kedua pemain tersebut punya talenta yang istimewa. Rekan setim mereka tahu kualitas mereka, begitu pula dengan lawan yang mereka hadapi. Satu-satunya hal yang masih belum diketahui adalah seberapa jauh mereka bakal berkembang dalam permainan ini. Seharusnya bisa setinggi mungkin sesuai yang mereka inginkan.

Dalam kasus Odegaard, kita bicara tentang salah satu pesepakbola muda yang paling terkenal di dunia. Ia sudah menjadi ikon Norwegia, di mana ia memecahkan rekor karena menjadi pemain termuda yang bermain di kasta teratas sepakbola dan bisa menembus tim nasional senior.

Setengah klub-klub besar Eropa ingin mendatangkannya setahun lalu. Namun Madrid-lah yang memenangkan hati dan tanda tangannya, menyingkirkan Manchester United, Manchester City, Liverpool, sampai Bayern Munich. Bahkan sampai sekarang, Odegaard masih berusia 17 tahun satu bulan.

Kemampuan teknik dan visinya mendapat pujian sejak ia bergabung dengan akademi Madrid. Meskipun begitu, memang benar ia masih belum memberikan dampak sesuai harapan orang-orang – belum, pastinya. Ia masih sangat muda, tangguh, dan ini adalah pertama kalinya ia meninggalkan kampung halaman demi bergabung ke budaya sepakbola yang berbeda.

Meski begitu, ia mulai menyelesaikan integrasinya dengan sepakbola Spanyol dan kehidupan di Real Madrid. Pertumbuhannya cukup bagus dan hanya sedikit orang yang menerima pujian di usia begitu muda.

Mayoral bisa saja mengikuti jejak Odegaard. Ia adalah El Pichichi dari La Fabrica selama beberapa tahun terakhir, dengan 128 gol yang ia cetak selama tiga musim beruntun sebelum musim ini. Seandainya Odegaard adalah arsitek yang mendesain terciptanya gol, Mayoral-lah yang akan menyelesaikannya.

Di kotak penalti ia tidak pernah menahan diri. Ia sudah mencatatkan debut bersama skuat utama Madrid dan Spanyul U21, mencetak gol hanya enam menit dari debutnya bersama La Rojita. Sudah jelas kalau ia punya kemampuan untuk mencetak gol kapan pun ia mau.

Adapun Mayoral lebih unggul dari penyerang lain karena ia tak hanya bisa mencetak gol. Ia juga bisa beradu di luar kotak. Berbakat, cepat dan cerdas, ia mengingatkan kita pada munculnya sosok Alvaro Morata yang lahir dari akademi Los Blancos. Mereka punya karakter teknik yang mirip, profesionalisme, dan potensi.

Dengan masa depan cerah menanti di hadapannya, Real Madrid punya alasan untuk percaya bakal tidak ada banyak masalah ketika mereka mengembangkan generasi muda ke tim utama mereka.

Pelatih Castilla saat ini, tim kedua Madrid, Luis Miguel Ramis mengatakan, “Martin Odegaard dan Borja Mayoral cukup cocok dengan tim utama. Dan ketika mereka kembali ke Castilla setelah bermain bersama tim utama, kerja keras dan intensitas mereka tidak mengalami penurunan. Itulah yang seharusnya terjadi.”

“Mereka tidak turun kelas untuk memberi pelajaran, tetapi untuk berkontribusi. Mereka cukup akrab dengan rekan setim. Ini adalah tim yang sangat sehat; sebuah tim yang sangat bersatu. Kami harap Borja dan Martin terus berkembang dan menggapai mimpi semua orang yang masuk ke akademi, tentu saja bergabung dengan tim utama.”

“Mereka jauh lebih dekat daripada yang lain. Jalan mereka masih jauh, tetapi tugas kami adalah membawa mereka ke level top sesegera mungkin. Dan itu bakal semakin baik kalah hal itu bisa terealisasi di sini, bersama Real Madrid,” tandasnya.

Topics