Masih Perlukah Timnas Indonesia Pakai Pemain Naturalisasi Di Piala AFF 2016?

Hingga pelatnas teranyar di Solo, 22-27 September, Riedl tak juga memberikan panggilan kepada pemain naturalisasi.

Segelintir tanda tanya muncul ketika pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl tidak menyertakan penggawa naturalisasi dalam beberapa kesempatan pemusatan latihan timnas (pelatnas). Termasuk pada laga uji coba kontra Malaysia, 6 September lalu.

Riedl sendiri sudah mengadakan dua gelombang seleksi pada Agustus lalu yang diikuti 47 pemain. Pada kesempatan tersebut, arsitek asal Austria itu juga memanggil pemain yang berkiprah di luar negeri seperti Irfan Bachdim dan Andik Vermansah, namun nama kedua tak bisa memenuhi panggilan karena tak dilepas oleh Selangor FA.

Saat kontra Malaysia, Indonesia mampu tampil trengginas dan mengamankan laga dengan skor akhir 3-0. Tak ada satu pun wajah naturalisasi pada laga itu, melainkan delapan wajah baru untuk skuat Garuda yang mencatatkan caps pertamanya di Stadion Manahan, Solo.

Regenerasi timnas memang dijanjikan Riedl pada kesempatan ketiganya menukangi timnas. Ia menilai kondisi serupa ia rasakan saat ini seperti pada tahun 2010 -- di mana mantan pelatih timnas Vietnam itu tak mengenal para pemain Indonesia dan ingin memunculkan potensi baru untuk  Merah-Putih .

"Tentu saya tahu beberapa nama lama, namun kami ingin beberapa nama baru dengan jumlah yang relevan, kami harap bisa menemukan beberapa pemain yang bisa membantu kami,"  kata dia ketika baru saja diumumkan oleh PSSI untuk mengawal timnas pada Piala AFF 2016 mendatang.

Kendati begitu, Wolfgang Pikal selaku asisten pelatih menyatakan bahwa pemain naturalisasi tetap punya kans untuk kembali berseragam timnas pada Piala AFF nanti.

"Kami masih melihat, dan mempelajari semua pemain termasuk pemain naturalisasi, karena ini baru skuat sementara. Jadi pemain masih bisa masuk dan keluar," beber Pikal, yang mengirim laporan pemain berpotensi untuk timnas ketika awal Riedl kembali melatih.

Jumlah pemain naturalisasi yang tersedia untuk timnas tak sedikit, bahkan bisa saja susunan pemain dipenuhi wajah naturalisasi jika Riedl berkehendak. Beberapa pemain pun masih dalam usia prima dan masih sangat bisa diandalkan.

Di belakang, terdapat Victor Igbonefo yang kini menapaki karier di Thailand bersama Navy FC serto Bio Paulin yang baru saja sah menjadi WNI pada tahun lalu dan sudah mencatatkan caps bersama timnas di bawah kepelatihan Benny Dolo pada laga kontra Myanmar.

Lini tengah, terdapat Stefano Lilipaly yang sedang menikmati karier di Belanda bersama SC Telstar. Usianya masih 26 tahun dan sangat menunggu panggilan dari Riedl walau mungkin akan sulit dilepas oleh klubnya. Juga jangan lupakan Raphael Maitimo yang serbabisa dan sudah terjun bersama timnas pada dua edisi Piala AFF (2012 dan 2014).

Untuk striker, posisi yang kerap jadi masalah timnas, terdapat Sergio van Dijk dan Cristian Gonzales. Keduanya masih berhasrat untuk tampil di Piala AFF kali ini meski usia sudah tak lagi muda. Namun tak bisa dimungkiri bahwa kedua striker gaek itu punya pengalaman yang tentu bisa diandalkan pemain muda di skuat timnas.

Ada pula Greg Nwokolo, striker yang baru saja gabung Persipura Jayapura setelah berkiprah di Thailand. Greg sendiri diyakini masih jadi salah satu bomber ganas yang bisa membantu lini serang timnas.

Bayu Gatra, winger Madura United yang juga membidik satu tempat di skuat timnas, punya pendapat baik dan buruk soal pemain naturalisasi. Pria kelahiran Jember itu tak menampik bahwa pemain naturalisasi bisa dijadikan  role model bagi pemain lain.

"Bagusnya ada kesempatan untuk pemain lokal dan kpeluang untuk para pemain muda terbuka lebar. Kurangnya, kami tidak bisa belajar dari mereka, sebelumnya pemain naturalisasi itu selalu jadi patokan kami," urai Bayu.

Tanpa pemain naturalisasi, Riedl sebenarnya memang tak perlu pusing karena banyak wajah baru dengan prospek menjanjikan. Bahkan Yanto Basna yang masih 21 tahun pun bisa tampil lugas di jantung pertahanan Indonesia saat menghadapi Malaysia.

Untuk Indonesia yang seakan baru bangkit kembali setelah vakum setahun lebih, keberadaan pemain naturalisasi mungkin masih dibutuhkan, setidaknya pada Piala AFF nanti. Meski tak ada garansi untuk memberikan hasil, tapi pengalaman mereka bisa membantu para debutan baru timnas.

Posisi Riedl pun tak mudah, ekspektasi tinggi akan prestasi tak sejalan dengan kesempatannya melihat komposisi tim terbaik karena minimnya uji coba dan masa persiapan yang berbenturan dengan berjalannya kompetisi. Jadi, patut ditunggu keputusan akhir Riedl yang inginkan regenerasi di tengah tuntutan prestasi.