Membayangkan Dunia Tanpa Lionel Messi & Cristiano Ronaldo

Pernahkan Anda berpikir iseng dan membayangkan dunia tanpa kehadiran Messi dan Ronaldo? Tanpa mereka, kira-kira siapa yang bakal memenangkan Ballon d'Or?

Ballon d’Or 2015 telah resmi jatuh ke pelukan Lionel Messi. Dengan ini, La Pulga menjadi pemain sepakbola yang paling sering memenangkan penghargaan individual tersebut. Terhitung sejak 2009, Messi sudah mengantongi lima penghargaan Ballon d’Or.

Mungkin kemenangan Messi ini tidak menjadi kejutan bagi banyak orang. Maklum, penyerang Barcelona itu memang sudah sering berdiri di puncak sebagai pesepakbola terbaik dalam nyaris satu dekade terakhir. Sudah begitu banyak rekor yang dipecahkannya, kalaupun ada yang menggesernya, tidak ada sosok selain Ronaldo yang punya koleksi tiga Ballon d’Or.

Ronaldo sendiri pertama kali menyabet penghargaan Ballon d’Or pada 2008. Saat itu ia masih membela Manchester United dan berhasil mengalahkan Messi dalam persaingan. Empat tahun setelahnya memang jadi milik Messi, tetapi Ronaldo mampu memangkas jarak setelah menggendong bola emas di Zurich setelah kegemilangannya di 2013 dan 2014 – termasuk menggondol La Decima untuk Real Madrid.

Mengingat pencapaian istimewa kedua pemain tersebut, kiranya sudah sahih kalau mereka disebut sebagai yang terbaik dalam dekade ini. Boleh saja kalau masih ada yang berdebat tentang siapa yang terbaik, tetapi kita beruntung terlahir di era yang menampilkan dua legenda hidup itu beradu di satu podium. Kalau disuruh memilih tiga pemain terbaik dunia, mayoritas penggila bola kiranya bakal menyebut nama Messi dan Ronaldo.

Sepakbola modern tanpa dua bintang itu sudah seperti garam yang mengasinkan sayur. Namun pernahkan sesekali Anda berpikir iseng dan membayangkan rasanya sayur tanpa garam itu? Karena berkhayal itu tidak dosa – selama membayangkan sepakbola – tidak ada salahnya membayangkan sebuah dunia tanpa Messi dan Ronaldo.

Kira-kira siapa yang bakal memenangkan Ballon d’Or tanpa kehadiran alien dan manusia super itu?

FERNANDO TORRES | LIVERPOOL, SPANYOL

Nama pertama yang muncul sudah pasti Fernando Torres. Walaupun sekarang ia hanya jadi penghangat bangku cadangan Atletico Madrid, Torres versi 2008 merupakan salah satu predator yang ditakuti oleh bek-bek papan atas Eropa. Ia menjadi ujung tombak yang benar-benar tajam bersama Liverpool, mencatatkan 33 gol dalam 43 penampilannya tahun itu.

Adapun penampilan puncak Torres saat itu bukanlah bersama Liverpool, melainkan bersama tim nasional Spanyol. El Nino merupakan salah satu sosok sentral skuat Spanyol yang sukses menggendong trofi Euro 2008, terutama berkat gol semata wayangnya ke gawang Jens Lehmann. Di akhir tahun, Torres pun menjadi finalis Ballon d’Or, walau kalah dari Ronaldo.

XAVI HERNANDEZ | BARCELONA, SPANYOL

Setahun setelahnya, Pep Guardiola membawa Barcelona meraih treble prestisius. Sepakbola tiki-taka menjadi sorotan seiring Blaugrana memenangkan La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Di balik tiki-taka yang jadi sorotan itu, nama Xavi Hernandez jelas tidak akan lupa disebut karena ialah otak dari permainan revolusioner Barcelona.

Sayang, 10 gol dalam 54 penampilan yang disertai rentetan assist tidak membuat Xavi berhasil menembus duopoli Ronaldo – Messi. Di 2009, Messi keluar sebagai pemenang Ballon d’Or dan Ronaldo jadi runner-up. Seandainya Messi dan Ronaldo absen saat itu, sudah pasti Xavi yang bakal menjadi pesepakbola terbaik sejagat.

ANDRES INIESTA | BARCELONA, SPANYOL

Andres Iniesta menggantikan posisi Xavi tahun berikutnya. Gelandang Spanyol itu menjadi jendral lapangan tengah sepanjang Piala Dunia 2014 di Afrika Selatan. Lewat tiki-taka yang mendunia akhirnya berhasil membawa La Roja menggendong Piala Dunia dan Iniesta mencetak gol penentu kemenangan atas Belanda di menit 116 babak final.

Di level klub, Iniesta mencatatkan sembilan gol dan menjadi salah satu motor lini tengah Barcelona bersama Xavi dan Sergio Busquets. Barcelona memenangkan gelar La Liga Spanyol lagi saat itu, sementara Iniesta masuk tiga besar Ballon d’Or.

XAVI HERNANDEZ | BARCELONA, SPANYOL

Barcelona memenangkan La Liga dan Liga Champions di musim 2011/14 dan Messi memenangkan Ballon d’Or sekali lagi, mengungguli Ronaldo. Sementara itu, Xavi kembali ke peringkat ketiga berkat 14 gol dalam 51 penampilan bagi Blaugrana.

Gelandang Spanyol itu juga mencatatkan delapan assist dan seandainya Ronaldo tidak mencetak 55 gol yang spektakuler dalam satu kalender, Xavi jelas bakal ada di peringkat dua. Dan seandainya Messi tidak mencetak 73 gol yang luar biasa, sudah pasti Xavi ada di puncak podium.

ANDRES INIESTA | BARCELONA, SPANYOL

Tidak ada Xavi di 2012, tetapi Iniesta sekali lagi finis di tempat ketiga, kalah dari Messi dan Ronaldo seiring Messi mengklaim Ballon d’Or keempatnya secara beruntun. Bersama Spanyol, sebenarnya Iniesta berhasil menjuarai Euro 2012.

Adapun El Cerebro – julukan Iniesta – mencatatkan delapan gol dan 17 assist yang sebagian besar mengarah ke Messi. Saat itu, Messi tampil terlampau luar biasa dengan mencatatkan 91 gol dalam satu tahun, mengalahkan rekor Gerd Muller yang mencatatkan 85 gol sebelumnya.

FRANCK RIBERY | BAYERN MUNICH, PRANCIS

2013, untuk pertama kalinya dalam empat tahun tidak ada nama Xavi maupun Iniesta. Franck Ribery menyerobot tempat ketiga setelah merengkuh treble bersama Bayern Munich. Sayang, hal itu tidak cukup untuk mengalahkan duopoli Ronaldo – Messi.

Ribery mencatatkan 16 gol dalam 39 penampilan bersama Bayern Munich. Winger Prancis itu sekaligus memenangkan Bundesliga, Piala Jerman, dan Liga Champions. Namun pada akhirnya tetap kalah dari Ronaldo yang mencatatkan 66 gol dalam 56 penampilan.

MANUEL NEUER | BAYERN MUNICH, JERMAN

Munculnya nama Manuel Neuer dalam penghargaan Ballon d’Or 2014 tentu tidak mengejutkan. Walaupun ia adalah penjaga gawang, Neuer memegang peran penting dalam perjalanan Jerman memenangkan Piala Dunia 2014. Peforma bersama Bayern Munich juga tidak kalah impresif dan Neuer merupakan penampil paling konsisten tahun itu.

Namun penghargaan jatuh ke tangan Ronaldo. Seandainya jatuh ke pelukan Neuer, penjaga gawang Jerman itu bakal menjadi orang kedua setelah Lev Yashin yang memenangkan Ballon d’Or dari bawah mistar. Sudah 62 tahun berlalu sejak saat itu dan belum ada penjaga gawang selain Yashin yang naik ke podium.

NEYMAR | BARCELONA, BRASIL

Terakhir, Neymar adalah kandidat terkuat peraih Ballon d’Or terkini di dunia imajinasi tanpa kehadiran Messi dan Ronaldo. Bintang Brasil itu berhasil membawa Barcelona melakoni performa terbaik di musim 2014/15 dan mengantongi total lima gelar dalam satu kalender.

Yah, itulah yang akan terjadi di dunia tanpa Messi dan Ronaldo. Ballon d’Or tentu bakal digilir oleh pemain yang berbeda-beda. Namun kiranya kita tetap perlu bersyukur karena bisa menyaksikan alien dan manusia super itu beradu, mungkin juga masih bisa kita saksikan hingga lima tahun ke depan.