Menang Telak, Djajang Nurjaman Belum Puas

Djajang Nurjaman akui performa anak asuhnya sempat menurun setelah unggul dua gol atas Gresik United

OLEH ANGGI RIWANTO Ikuti di twitter
Kendati memetik kemenangan telak 4-1 atas Gresik United dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 kemarin, pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman masih belum puas dengan penyelesaian akhir.Meski menang telak, Djanur, sapaan Djajang, menyayangkan banyak peluang yang terbuang percuma. Menurutnya, para penggawa Pangeran Biru bisa mencetak lebih banyak gol lagi.“Memang tadi cukup banyak peluang tapi kita bisa cetak empat gol. Ada perubahan, tapi masih tidak sebanding gol yang kita cetak dengan peluang yang tercipta, Masih banyak peluang yang gagal dimanfaatkan,” kata Djanur.Djanur mengungkapkan, di babak pertama, sektor kiri Maung Bandung dengan mudah mampu diterobos para pemain Gresik United. Hasilnya, Pedro Javier bisa mengonversi umpan yang dilepaskan dari sisi kiri menjadi gol.“Memang tadi setelah unggul, permainan kita agak kendur, dan di babak pertama sektor kiri kami longgar, dan sering kecolongan. Mereka pun bisa melakukan serangan dan crossing dari situ. Beruntung di babak kedua mulai membaik,” ungkap Djanur.Mantan pelatih Pelita Jaya Karawang itu mengutarakan, ketika turun minum, ia memberikan suntikan semangat pada anak asuhnya untuk meningkatkan irama permainan di babak kedua.“Saya akui di babak pertama ritme permainan kita menurun, dan ada beberapa sektor yang longgar. Di masa rehat saya minta kepada anak-anak supaya segera diperbaiki. Selain itu, cara transisi permainan, dan ritme permainan pun dinaikkan,” beber pelatih asal Majalengka itu.Kendati demikian, Djanur tetap memberikan apresiasi kepada seluruh penggawa Maung Bandung yang sudah bekerja keras dalam pertandingan tersebut.“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain yang sudah bekerja keras, bertanding cukup baik, dan menjalankan instruksi akhirnya bisa menang telak 4-1. Saya rasa hasil ini patut diapresiasi”, ujar Djanur.Pelatih berusia 49 tahun itu menambahkan, permainan lawannya sangat berbeda ketika menghadapi Pelita Bandung Raya beberapa hari lalu. Faktor penonton cukup memengaruhi motivasi para pemain di lapangan.“Permainan Gresik tidak seperti yang saya lihat waktu itu [lawan PBR]. Waktu itu pertandingannya sepi penonton, dan terbawa sampai lapangan. Sekarang itu berubah, karena euforianya berbeda. Sesuai prediksi, mereka memberikan perlawanan,” tutur Djanur. (gk-52)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.