Menelisik Alasan Di Balik Minimnya Belanja Arsenal Musim Panas Ini

Sempat heboh dengan klaim bujet belanja yang mencapai £200 juta, faktanya selama masa bursa transfer kali ini Arsenal bergeming dan hanya menontoni rival-rivalnya berbelanja mewah. Ada apa Arsenal?

Hanya ada satu kata yang membenak di kepala para Gooners di hari tenggat jendela transfer musim panas: kejutan! Inilah yang paling ditunggu-tunggu warga Meriam London mengingat selama pasar jual-beli pemain bergulir, Arsenal baru mendatangkan Petr Cech seorang.

Namun, hingga batas waktu berakhir, tak ada tanda-tanda episode kedua ala transfer Mesut Ozil. Perampungan transfer pemain-pemain yang selama ini santer dihubungkan dengan Arsene Wenger tak jua mengarah kejelasan. Karim Benzema, Edinson Cavani sampai Gregorz Krychowiak gagal menemui deal dengan Arsenal.

Fans pun serentak gigit jari, bahkan sebagian protes terhadap keputusan Wenger yang melalui bursa transfer kali ini dengan tangan hampa. Semakin menjadi ironi, sebab The Gunners diketahui menjadi satu-satunya klub dari liga top Eropa yang sama sekali tak berbelanja pemain berlabel bintang.

Tak lebih dari £10 juta dikeluarkan Wenger untuk menggaet seorang Cech semata dari Chelsea. Hal ini amat bersebrangan ketika direktur Arsenal Lord Harris mengklaim Wenger bakal mengantungi anggaran £200 juta di awal bursa transfer digelar.

 
Sejumlah pertanyaan besar pun bermunculan. Ada apa di balik kegagalan The Gunners merealisasikan target transfer besarnya? Ada anggapan bahwa sikap keras kepala Wenger turut berandil. Yang pertama Wenger dinilai mencoba kembali ke filosofi favoritnya, yakni mengembangkan bakat pemain-pemain muda jebolan tim. Kedua, Wenger dianggap terlalu ngotot mengejar pemain sasarannya.

Untuk soalan terakhir, legenda Arsenal Thierry Henry punya analisis sendiri.

"Saya tidak tahu, apakah sang bos [Wenger] memang menginginkan Benzema atau tidak. Namun sang pemain juga tentunya harus mau datang [ke Arsenal]," tukas Henry kepada Sky Sports.

"Apa yang akan Anda tawarakan kepada pemain yang bermain untuk salah satu tim terbaik di dunia, menyadari dia bermain di sana setiap pekan, dan bermain bagus?"

"Jadi, saya tidak mengerti kenapa Arsene tidak ingin mendatangkan pemain lainnya. Mungkin ceritanya akan berbeda jika dia berkata: 'Saya tidak ingin membawa pemain mana pun.' Tetapi dia menyatakan transfer ini [Benzema] bisa selesai, lalu dia mengusahakan membawa seseorang."

Henry melihat Wenger terlalu ambisius mendatangkan sosok-sosok yang hanya berada dalam lisnya. Dengan kata lian, tidak menyiapkan opsi lain. Di sisi lain, pemain yang dimaui Wenger adalah pemain yang tak tersedia.

Benzema dan Cavani misalnya. Mereka adalah pilar di Real Madrid dan keduanya adalah pemain reguler tumpuan di skuat utama masing-masing.

Selebrasi dua tahun lalu di hari deadline kala Ozil ditarik dari Madrid, lalu 12 bulan berselang nama Danny Welbeck masuk ke skuat, sepertinya memberi harapan pada fans bahwa kejutan akan dihadiahkan Wenger. Namun, rupanya tidak sama sekali. Yang terjadi adalah investasi minim pada diri Cech.

Sepuluh minggu bergulir, Arsenal hanya bisa menonton rival-rivalnya seperti Manchester City misalnya. Mereka menghabiskan
anggaran lebih dari £150 juta - memecahkan rekor belanja kedua kalinya. Sedang Manchester United memboyong enam pemain baru termasuk £50 juta plus bonus untuk transfer terakhir mereka, remaja prancis 19 tahun Anthony Martial dari AS Monaco.

Arsenal menyadari betul kebutuhannya akan kekuatan di poros lini tengah dan depan. Seorang holding midfielder untuk mendukung Francis Coquelin dan striker elite dengan killer instinct-nya demi menyuburkan produktivitas gol dari Theo walcott atau Olivier Giroud di lini depan amat dibutuhkan.

Sayang, klub tak berani melangkah lebih jauh saat duduk bernegosiasi dengan Paris Saint-Germain yang mengajukan harga £50 juta untuk Cavani. Sementara Benzema yang terus menerus dihubungkan dengan Emirates Stadium hanya sebatas wacana belaka.

Arsenal menggaet remaja 17 tahun Jeff Reine-Adelaide dari Lens pada Mei lalu, dang sang youngster telah tampil memikat selama pramusim di ajang Emirates Cup. Hanya, dia diproyeksi untuk melalui musim di jenjang U-21. Di tempat lain, Carl Jenkinson telah dikirim kembali ke West Ham United. Tak ubahnya Yaya Sanogo, Chuba Akpom, Serge Gnabry dan Ainsley Maitland-Niles.

Pasokan striker top dari sejumlah klub besar Eropa di jendela transfer mungkin terbatas ketersediaannya, tapi Wenger pun tak mampu mengidentifikasi kualitas lini tengah. Sudah ada ketertarikan pada gelandang Sevilla Grzegorz Krychowiak. Begitu juga dengan youngster PSG Adrien Rabiot. Namun tidak Arsenal tak bergeming membuat langkah konkret. Di saat bersamaan, mereka mengizinkan pemain kacanya Abou Diaby hengkang.

Musim lalu menjadi salah satu investasi terbaik Arsenal selama musim panas dengan merampungkan satu per satu transfer Alexi Sanchez, David Ospina, Calum Chambers, Mathieu Debuchy dan Welbeck. Gabriel Paulista lalu menyusul pada periode Januari. Kini, mereka menolak memaksimalkan anggaran £200 juta di bank, dan tak pelak Wenger dihujani kritik ketika dia mulai menunjukkan keengganan berbelanja boros.

Pada September lalu, Arsenal mengumumkan laporan keuangan tahunan klub, di mana merka memiliki kas cadangan senilai £173,3 juta. Namun manajemen mengklaim, secara signifikan mereka telah menginvetasikan pada sejumlah pemain dalam 12 bulan terakhir dan juga memberi kontrak baru dalam beberapa musim terakhir untuk pemain-pemain asli Inggris yang Wenger telah rakit dalam tim terkini Arsenal. Klub menyatakan, semua ini memakan biaya.

Minimnya perubahan masif di klub mengindikasikan jika Joel Campbell, yang kali terakhir bermain bagi klub pada Januari, berpotensi kembali ke skuat setelah melalui masa peminjaman di Villarreal.

Bulan depan Arsenal akan kembali merilis laporan hasil keuangan mereka. Hal ini akan selalu mengundang rasa gemas fans ketika Arsenal [mungkin] kembali menjadi satu-satunya klub di negaranya yang memiliki kondisi finansial yang sehat.

"Ada rasa frustrasi sekarang. Sebetulnya pemain-pemain [incaran] tampak tidak tersedia, atau Arsenal yang tidak ingin menghabiskan biayanya pada pemain-pemain tersebut?" tanya serius legenda Martin Keown sesaat setelah bursa transfer ditutup.

Apalagi yang diharapkan para loyalis Gudang Peluru dengan kondisi keuangan yang demikian kecuali belanja pemain bintang? Namun hari ini, tampaknya Gooners mesti lebih bersabar.