Mengapa Real Madrid Tak Akan Lepas Gareth Bale

Terlepas dari kritikan media dan fans, tipis kemungkinan Gareth Bale bakal meninggalkan Real Madrid. Di sini kami mengulas alasannya.

ANALISIS ROBIN BAIRNER PENYUSUN DEDE SUGITA

Masa depan Gareth Bale sekali menjadi perdebatan hangat sepanjang pekan lalu.

Sang bintang Wales mewarnai headline menyusul penampilan mengecewakan untuk Real Madrid pada leg pertama semi-final Liga Champions menghadapi Juventus, di mana ia menyentuh bola dan melepas umpan lebih sedikit daripada Iker Casillas!

Kehadirannya di lapangan insidental, dan performa melempem seperti itu langsung mendatangkan kritik dari suporter Madrid yang memang dikenal vokal. Mantan kapten Manchester United Roy Keane juga mengecam permainannya dengan menyebut Los Blancos seperti bertanding dengan sepuluh orang dalam kekalahan 2-1 tersebut.

Namun ini bukanlah momen one-off bagi pemain 25 tahun tersebut. Performanya pada musim ini jauh sekali dari label rekor transfer termahal dunia €100 juta.

Dampaknya, Manchester United terus santer diasosiasikan dengan Bale, sementara tetangga mereka Manchester City, juga Chelsea dan bahkan Bayern Munich turut memantaunya.

Namun demikian, tipis kemungkinannya Bale akan meninggalkan Bernabeu musim panas ini – dan ia hampir tak pernah menunjukkan sinyal bahwa ia berniat hengkang.

Bagi presiden Madrid Florentino Perez, Bale merepresentasikan sumber kebanggaan egoistis. Bale tak boleh dibiarkan gagal di Spanyol, karena itu akan mewakili kegagalan sang presiden klub sendiri.

"Masa depan Bale akan tergantung pada sikap Perez," ujar Ramon Calderon, pendahulu Perez di kursi presiden Madrid, kepada ITB Times UK.

"Tetapi Anda harus mengingat bahwa ia sangat melindungi pemain-pemain yang didatangkannya. Ia selalu membela mereka yang diboyongnya ke klub. Ia tak suka mengakui bahwa ia telah melakukan kesalahan."

Kaka mewakili contoh utama. Pada 2009, bintang Brasil ini dibeli seharga €70 juta, tapi meskipun gagal mempersembahkan performa sebagai pemenang Ballon d'Or, Madrid bertahan dengan sang playmaker selama empat musim medioker sebelum ia akhirnya kembali ke AC Milan.

Secara kontras, kedatangan Bale di Spanyol menjadi sebuah kesuksesan.

Raksasa ibu kota melakukan perjudian besar dengannya. Terlepas dari dana wah untuk nilai transfer dan gajinya, tak bisa dimungkiri bahwa transaksi ini juga dilakukan buat menebus kegagalan menggaet Neymar, yang memilih bergabung ke Barcelona. Dengan sang prodigy Brasil terlihat semakin nyaman bermain bersama Luis Suarez dan Lionel Messi untuk The Catalans, tekanan pun meningkat bagi Bale untuk kian berkembang.

Tentu, status sebagai pemain termahal dunia diiringi pula dengan level ekspektasi mahatinggi, terutama ketika pemain tersebut bergabung ke suatu klub yang masih didominasi oleh Cristiano Ronaldo. Jarang sekali pembelian termahal juga menjadi pemain terbaik, dan suka tidak suka, kepindahan ke Spanyol membuat Bale harus menerima komparasi langsung dengan Ronaldo dan Lionel Messi.

Secara spesifik, terdapat kekecewaan dalam cara Bale gagal unjuk gigi di laga-laga besar. Meski ia mencetak gol vital pembalik keadaan dalam kemenangan kontra Atletico Madrid di final Liga Champions musim lalu, ia melempem pada sebagian besar partai El Clasico yang dimainkannya.

Kendati demikian, ekspektasi untuk Bale sejak awal hingga kini masih tinggi. Keyakinan di Bernabeu adalah ia masih bisa menjadi seefektif Ronaldo, sementara agen si pemain tetap percaya diri kliennya mampu melampaui sang megabintang Portugal dengan dukungan tepat dari tim.

“Dia akan menjadi pemain terbaik di Real Madrid jika rekan-rekan setim bekerja dengannya dan membantunya," ujar Jonathan Bennett kepada The Telegraph.

Statistik overall Bale tetap bagus, tapi tidak seistimewa yang diidam-idamkan. Sampai dipandang sebagai pemimpin yang lebih karismatik di ruang ganti, dalam hal ini setanding dengan Ronaldo, kecil kemungkinan Bale bakal mendapatkan volume possession seperti yang dikehendakinya.

Terlepas dari pengakuan Bennett bahwa kliennya marah dengan situasi terkini di Spanyol, tak ada hasrat untuk pergi dari pihak sang pemain.

"Tak mungkin dia pindah pada musim panas. Saat kami mengatakan dia selalu ingin bermain untuk Madrid, itu 100 persen benar dan dia terdeterminasi untuk sukses di sini."

Jadi, dengan Perez dan Bale sama-sama berkeinginan menjadikan transfer ini lebih sukses, tipis peluang rumor kembalinya si pemain menuju Liga Primer menjadi kenyataan dalam waktu dekat ini.

Ikuti Robin Bairner di

addCustomPlayer('kt0xlr5rrhn71qowr0j4xmjpf', '', '', 620, 540, 'perfkt0xlr5rrhn71qowr0j4xmjpf', 'eplayer4', {age:1426475197110});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.