Mengenal Victor Osimhen: Bocah Nigeria Buruan Raksasa Eropa

Topics

Performa gemilang dan rekor 10 gol yang membawa Nigeria menjuarai Piala Dunia U-17 sudah cukup untuk membuat Osimhen jadi buruan Arsenal, Spurs, sampai Bayern Munich.

Menerima umpan Stephen Madueke, Victor Osimhen dengan dingin menyapu bola dengan kaki kanannya di tengah kotak penalti. Bola melaju kencang ke arah gawang, mengoyak jala Mali, dan terjadilah gol kesepuluh Osimhen di Cile yang menempatkannya secara resmi sebagai topskor  sepanjang masa Piala Dunia U-17. Pemanis yang sempurna seiring Nigeria keluar sebagai juara kompetisi sepak bola yunior tersebut.

Sebelum menyarangkan gol kesepuluh itu, ternyata Osimhen sudah memikat perhatian raksasa-raksasa Eropa. Kabar terkini menyatakan sang penyerang menjadi objek pengamatan dari tim pencari bakat Arsenal, Bayern Munich, Internazionale, Juventus, Liverpool sampai Paris Saint-Germain sejak turnamen dimulai.

Sebentar...Osimhen? Siapa dia? Well, namanya memang kurang familiar di telinga penggemar sepak bola, namun kami bakal membahas berlian kasar– yang hanya butuh sedikit polesan untuk menjadi berlian bernilai tinggi – asal Nigeria ini.

Victor James Osimhen lahir dari keluarga yang kurang berada di daerah pinggiran Nigeria. Nasibnya sebagai anak bungsu dari enam bersaudara tidak serta merta memberikannya privilese untuk hidup nyaman di bawah naungan orang tua. Osimhen kecil bahkan harus turun ke jalan untuk ikut memenuhi kebutuhan keluarganya. Saat itu, ia menjadi pengedar surat kabar dan barang-barang rumah tangga lain di perempatan jalan.

Bocah Nigeria ini mau tak mau harus berhadapan dengan kerasnya kehidupan jalanan. Kadang-kadang ia harus berlari mengejar mobil untuk menyambut uang pembayaran dari penjualan korannya. Belum lagi praktik premanisme dan pencopetan yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. Osimhen dipaksa untuk kokoh berdiri di tengah terpaan zaman walau usianya masih belum genap 17 tahun – bahkan minum bir saja belum legal!

Namun kerasnya dunia membentuk Osimhen jadi pribadi yang tangguh. Kerja keras dan tekad bulat selalu menyertai Osimhen dalam setiap permainan sepak bola. Ditambah dengan kecintaan besar terhadap sepak bola, Osimhen akhirnya menembus Ultimates Strikers Academy – lalu ditunjuk menjadi salah satu penggawa Nigeria di kompetisi internasional.

Puncaknya adalah Piala Dunia U-17 yang dimulai di Cile beberapa pekan lalu. Osimhen tampil gemilang sepanjang turnamen dan mencetak gol di setiap pertandingan – catatan yang belum pernah dibukukan sebelumnya.

Gaya main penyerang Nigeria ini langsung menautkannya dengan sosok Didier Drogba – yang notabene merupakan idolanya. Memiliki perawakan cukup tinggi (185 cm), Osimhen suka menggunakan tubuhnya untuk menghalangi pergerakan lawan dan menciptakan ruang bagi rekannya. Dari tandukan, kemampuan dribel, sampai sentuhan akhir, Osimhen juga memiliki kemampuan komplet plus naluri untuk mencetak gol.

Ketika tidak membawa bola, Osimhen terbilang cukup cerdas untuk menggali peluang serta menemukan celah. Tak heran, pelatih Nigeria U-17 tidak ragu untuk memainkannya sebagai winger dalam beberapa kesempatan. Apalagi kecepatan lari jarak pendek Osimhen termasuk di atas rata-rata, menambah poin positif dari penyerang jenius berkebangsaan Nigeria ini – dan membuat lawan-lawan di PD U-17 sangat kesulitan mengawalnya.

Osimhen memang kurang beruntung karena tidak mendapatkan Golden Ball di kompetisi tersebut – penghargaan yang jatuh ke pelukan rekan senegaranya, sang kapten Kelechi Nwakali. Adapun penghargaan Silver Ball dan Golden Boot sudah menegaskan kualitas dirinya di usia yang masih muda. Beberapa klub raksasa tentu sudah menambahkan catatan positif untuk sang penyerang yang dijadikan objek pengamatan.

Menurut kabar terkini, Tottenham Hotspur sudah mengajukan penawaran resmi kepada agen sang penyerang. Klub Liga Primer Inggris itu mendahului langkah raksasa-raksasa Eropa dalam mendekati Osimhen.

Seandainya negosiasi berjalan lancar, bukan tidak mungkin Osimhen bakal mengikuti jejak Kelechi Iheanacho, rekan senegaranya yang lebih dulu mentas di kancah Eropa bersama Manchester City dan sudah mencetak satu gol bagi raksasa EPL tersebut.

Langkah setelah itu ialah memoles sang berlian kasar agar bisa bersinar secerah mungkin – dan hal ini tergantung kepada edukasi yang diberikan klub pemiliknya serta etos kerja Osimhen sendiri.

Mari kita tunggu kelanjutan dari kisah bocah ajaib asal Nigeria ini.