Menpora Diminta Tak Hanya Dengarkan Bisikan

Eka mengaku adiknya terpaksa berhenti kuliah, karena suami tidak bisa memberikan bantuan finansial.

Eka Wulandari, istri mantan penjaga gawang Martapura FC Awaludin, meminta menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tidak terlalu banyak mendengarkan bisikan segelintir pihak yang menyebabkan persepakbolaan nasional dilanda konflik.

Menurut Eka, pembekuan PSSI telah mengakibat kompetisi berhenti berputar, dan memberikan dampak buruk terhadap para pelaku di dalamnya. Ia meminta agar Menpora tidak mendengarkan bisikan yang dianggap menyesatkan.

“Saya salah satu korban pembekuan. Adik saya tidak bisa kuliah, karena ini dihentikan. Suami saya tidak bisa nafkahi. Jangan dengar bisikan dari orang-orang eks LPI [Liga Prima Indonesia],” cetus Eka di hadapan Sesmenpora Alfitra Salamm, dan anggota Tim Transisi Zuhairi Misrawi.

“Buka hati nuraninya pak Menpora, kita sama-sama orang beragama. Ingat pak, doa orang-orang teraniaya dikabulkan oleh Allah SWT.”

Sedangkan mantan penjaga gawang timnas Indonesia Hermansyah meminta Menpora membuka hati melihat kesulitan yang dialami pelatih dan pesepakbola. Ia berharap Menpora mau duduk bersama PSSI untuk menyelesaikan semua permasalahan.

“Saya hanya mengetuk hati nurani pak menpora. Tolong bijaksana saja. Menpora kan menteri olahrraga, tunjukkan sportivitas di situ, dukung beri kesempatan ketua umum [PSSI] yang baru. Tolong dicabut,” kata Hermansyah.

“Saya aksi damai murni olahraga. Banyak pemain bola yang menganggur, karena hidupnya dari sepakbola. Duduk sama-sama dengan pssi. Saya mau cari nafkah pak.”