Menpora Makin Semangat Berantas Pengaturan Skor

Imam Nahrawi mengaku Kemenpora sudah melaporkan adanya praktik pengaturan skor kepada kepolisian.

Hukuman penjara 30 bulan kepada mantan wasit Indonesia Nasiruddin yang diberikan pengadilan Singapura terkait upaya melakukan pengaturan skor di SEA Games 2015 lalu membuat menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi makin bersemangat melakukan hal serupa.

Sebelumnya, Nasiruddin bersama seorang warga Singapura, serta satu pemain Timor Leste U-23 Moises Natalino De Jesus, dan manajer tim Orlando Marques Henriques Mendes ditangkap Biro Investigasi Praktik Korupsi (CPIB) Singapura dua hari jelang duel melawan Malaysia.

Menurut Menpora, pihaknya mengapresiasi tindakan yang dilakukan aparat penegak hukum di Singapura dalam memberantas pengaturan skor di Negeri Singa. Karena itu, Menpora mengaku makin semangat melakukan hal yang sama, dan mendesak kepolisian mengusut tuntas pengaturan skor di Indonesia.

“Kami mengapresiasi langkah Singapura. Ini harus dijadikan momen bagi kita untuk berbenah. Apalagi Indonesia juga ada kasus sepakbola gajah yang sampai sekarang belum terungkap,” kata Menpora.

“Kita semua tahu sudah banyak berbagai pernyataan perangkat sepakbola yang terlibat pengaturan itu melalu diskusi, dan dialog. Kemenpora sudah melaporkan berbagai fakta pengaturan skor kepada pihak berwajib.”

“Kemenpora tidak punya wewenang untuk mengusut itu. Kelanjutannya, kita tinggal dorong agar kepolisian mempercepat memperdalam kasus itu.”