Menpora: Saya Pimpin Jihad Melawan Mafia Sepakbola

Imam menginginkan klub-klub tidak boleh takut lagi dengan ancaman dan berani bicara benar.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, kembali menegaskan pihaknya sangat serius dalam memerangi mafia sepakbola. Dia pun tetap bersikukuh pada pendiriannya untuk membenahi sepakbola nasional. 

Hal itu dituturkannya pada saat menutup kegiatan workshop turnamen Piala Kemerdekaan di hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumat (3/7) pagi. Dia pun menginginkan seluruh klub untuk tidak takut lagi terhadap ancaman apapun. 

"Mulai hari ini, tidak boleh lagi klub takut untuk bicara benar, tidak risau lagi dengan ancaman dan sebagainya. Saya mendengar teman-teman klub yang ingin ikut turnamen mendapatkan intimidasi lewat telepon. Saya yakin itu hanya sementara," kata Imam.

"Apalagi ancaman keluar dari keanggotaan, degradasi, tak perlu risau lagi, karena Anda lah pemegang mandat yang sesungguhnya. Kami lihat ternyata banyak klub yang jadi korban. Ke depan, kita harus terbuka dan transparan, di mana hak klub, pemain harus terpenuhi dan wajib hukumnya ditagih," tambahnya.

"Ini tidak tanggung-tanggung Presiden yang memantau langsung turnamen ini. Saya pun siap memimpin jihad melawan mafia sepakbola demi perbaikan sepakbola nasional," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Piala Kemerdekaan bakal mulai digelar pada 1 Agustus nanti. Sudah ada 19 klub yang dipastikan siap ikut serta. Seluruh peserta akan mendapatkan match-fee di setiap pertandingan, serta seluruh biaya akomodasi dan transportasi bakal ditanggung Tim Transisi. 

Sementara ini, Tim Transisi masih menunggu kepastian dari beberapa klub Divisi Utama, serta klub Indonesia Super League (ISL) untuk berpartisipasi dalam turnamen ini. Klub-klub itu bakal ditunggu kepastiannya hingga, Senin (6/7) nanti.

 

Topics