Menpora Sebut Klub & Operator Mendapat Teror

Imam Nahrawi menyatakan, turnamen yang disiapkan tim transisi menghadapi kendala akibat adanya teror.

Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyatakan, turnamen yang digulirkan tim transisi mendapat kendala dalam persiapannya, karena ada teror terhadap klub dan operator.

Hal itu diungkapkan Imam ketika membuka kegiatan Pekan Paralympic Pelajar Nasional VII Tahun 2015 di Gor Pajajaran kemarin. Seperti diketahui, tim transisi sudah merancang tiga turnamen yang bakal digelar dalam waktu dekat, yakni Piala Presiden, Piala Kemerdekaan, dan Piala Panglima TNI.

Namun hingga kini sejumlah klub Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama Liga Indonesia belum memberikan respon terhadap turnamen tersebut. Tim transisi juga belum secara pasti menyebutkan operator yang menjalankan turnamen, dan jadwal pastinya. Menpora berkilah hal itu disebabkan adanya teror kepada klub dan operator turnamen.

“Saya tahu ada yang menghambat, meneror klub sampai beberapa operator, karena tidak ingin kompetisi ini berjalan,” ungkapnya.

Imam pun mengecam kepada para pelaku teror. Hal ini mengingat sedikitnya waktu yang tersedia bagi klub untuk melakukan persiapan menghadapi turnamen.

“Kepada yang melakukan teror-teror itu agar segera dihentikan, karena masyarakat sekarang butuh turnamen, dan klub butuh berlatih juga,” cetus Imam.

Di kesempatan yang sama, Imam juga menegaskan, pihaknya tetap menginginkan ada komunikasi antara Kemenpora dan FIFA terkait sanksi yang dijatuhkan kepada Indonesia.

“Tergantung FIFA, mau atau tidak mendengarkan berita Indonesia? Jangan bersikukuh pada statutanya sendiri, sementara kita di sini membutuhkan sepakbola yang menyenangkan, menggembirakan, berhasil, dan memberikan penghormatan kepada pemain, pelatih dan suporter. Saya kira FIFA harus memperhatikan itu,” katanya. (gk-68)