Menpora Sebut Wakil Presiden RI Jusuf Kalla Peringatkan Agum Gumelar

Imam menegaskan, pemerintah masih enggan bergabung dengan Komite Ad-Hoc selama prasyarat yang diajukan tak dipenuhi.

Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengklaim Wakil Presiden RI Jusuf Kalla merasa tersinggung kepada ketua Komite Ad-Hoc Agum Gumelar terkait keberadaaan tim bentukan FIFA tersebut.

Imam menegaskan, pemerintah masih belum mau bergabung dengan Komite Ad-Hoc juka prasyarat yang diberikan belum dipenuhi. Menurut Imam, hingga saat ini pemerintah masih memegang komitmen dengan prasyarat yang mereka ajukan.

“Hanya melaporkan ke Wapres bahwa saya sudah bertemu Pak Agum, bagaimana Pak Agum ingin pemerintah segera mencabut pembekuan dan sebagainya. Tentunya kami juga menyampaikan prasyarat yang kami berikan harus dilaksanakan dengan baik, dan komitmennya masih dipegang,” tutur Imam.

“Mereka mau enggak berubah? Harus ada KLB [kongres luar biasa], harus ada pemenuhan hak-hak yang digariskan oleh FIFA, statuta FIFA dan sebagainya.”

“Kepada wapres kita sampaikan, pemerintah belum bisa bergabung dengan tim Ad-Hoc sampai pembenahan itu betul-betul dilakukan dengan baik. Tanda-tanda itu harus ditunjukkan kepada pemerintah.”

“Tapi berikutnya kami akan laporkan ke Presiden [Joko Widodo], Wapres juga akan melaporkannya. Pak Wapres mengingatkan ke Pak Agum, pemerintah sedikit tersinggung, karena yang diharapkan adalah adanya Tim Kecil bersama pemerintah dan PSSI, maupun FIFA dan AFC. Tapi kenyataannya ada tim Ad-Hoc. Pak Wapres mengingatkan itu,” tambah Imam.

“Kita lihat nanti setelah presiden pulang dari Amerika Serikat. Kita laporkan semuanya.”

Imam pun optimistis tim nasional Indonesia bisa berlaga di Asian Games 2018, karena permasalahan sepakbola nasional akan berakhir sebelum perhelatan multievent empat tahunan Asia tersebut. Menurut Imam, timnas membawa nama negara, bukan FIFA maupun konfederasi sepakbola Asia (AFC).

“Tapi prinsipnya adalah sebelum Asian Games semua ini harus selesai. Artinya, di Asian Games Indonesia harus ikut dalam cabor olahraga itu,” tegas Imam.

“Kita bicara SEA Games, Asian Games, pasti kita ingin mengharumkan merah putih. Kalau bicara merah putih tidak bisa dong lari dari wilayah hukum Indonesia, dan selalu itu yang didengung-dengungkan timnas, timnas. Timnas itu merah putih, bukan FIFA atau AFC. Di situ mereka punya kepentingan.”