Merasa Pelita Bandung Raya Dirugikan, Dejan Antonic Menangis

Suasana ruang jumpa pers seketika hening ketika pelatih Pelita Bandung Raya itu menangis.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter

Pelita Bandung Raya harus menerima hasil imbang 1-1 ketika bertandang ke Stadion Gelora Bung Karno, markas Persija Jakarta, Kamis (14/8) malam. Dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 wilayah barat.

Rasa kecewa yang mendalam tak bisa lagi dihindari oleh segenap awak klub berjuluk The Boys Are Back tersebut. Pasalnya, mereka nyaris membawa pulang tripoin hasil gol sundulan eks striker Persija, Bambang Pamungkas di menit ke-67. Tetapi semuanya sirna ketika wasit menunjuk titik putih di menit 90+2'.

Ponaryo Astaman yang ditunjuk sebagai eksekutor pun menjalankan tugasnya dengan baik, untuk memastikan Macan Kemayoran terhindar dari kekalahan kedua mereka di kandang musim ini.

Tim asuhan Dejan Antonic tersebut memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah, dan harus bermain dengan sepuluh pemain tersisa ketika pemain belakang Hermawan menerima kartu kuning kedua pada menit 76' akibat protes kepada wasit Prasetyo Hadi.

Dan saat sesi jumpa pers selepas laga, Dejan sempat diam seribu bahasa meratapi hasil yang dinilainya tidak adil. "Saya tak mau berkomentar.. Biarkan kalian (wartawan) yang bertanya," kata pelatih asal Serbia itu ketika diminta tanggapan perihal pertandingan.

Dengan rasa kecewa yang mendalam, Dejan pun menangis sambil menjelaskan bahwa beberapa hal yang mewarnai laga seperti kartu merah untuk Hermawan dan waktu tambahan enam menit, seakan mengubur harapan timnya yang dihuni para pemain muda untuk membawa pulang tiga angka.

"Saya orang yang jujur dan bersih, saya datang ke sini untuk sepakbola Indonesia yang lebih baik. Tapi kalau hasilnya seperti ini untuk apa saya datang ke sini," kata Dejan kepada insan pers.

"Yang pertama masalah injury time enam menit. Yang kedua masalah kartu merah. Tadi Anda lihat sendiri empat sampai lima pemain saya yang masih muda-muda sampai menangis," urai Dejan sambil menahan tangisnya.

Sementara itu, pemain depan PBR TA Musafri, ogah berkomentar lebih jauh perihal kinerja wasit Prasetyo Hadi. "Saya tidak bilang kita dicurangi, tapi sepakbola bisa kita lihat. Saya bilang curang, tapi sepakbola ya seperti itu. Kita engga bisa atur wasit dan semua bisa atur wasit, tapi kita sudah berusaha profesional dan bermain sebaik mungkin," kata pemain yang pernah berseragam Persija itu.

Dengan hasil ini, The Boys Are Back bakal lebih sulit untuk merajut mimpi mereka menembus delapan besar. Karena saat ini, mereka masih berada di posisi kelima dengan 23 poin hasil 16 laga. Sedangkan Persija yang pada awalnya berada di posisi empat, naik satu strip dengan 30 poin hasil 18 kali main, menggusur Persib Bandung yang baru memainkan 15 pertandingan.

addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.