Milomir Seslija: Akan Ada Keputusan Besar

Milo bersikap hati dalam menentukan pemain yang akan dilepas dan direkrut Arema.

Arsitek Arema Cronus Milomir Seslija mengungkapkan, jajaran manajemen dan pelatih akan membuat keputusan besar terkait nasib pemain setelah pertandingan melawan Persib Bandung akhir pekan ini.

Saat ini Arema kehadiran sejumlah pemain asing yang mengikuti seleksi. Manajer umum Ruddy Widodo sebelumnya menyebutkan kehadiran pemain seleksi ini bertujuan untuk menciptakan persaingan bagi penggawa lama. Pemain seleksi tersebut berpeluang menggusur muka lama jika memperlihatkan performa bagus.

Namun Milomir tak mau terburu-buru menentukan siapa yang bakal tercoret dari skuat Arema di putaran kedua Indonesia Soccer Champhionsip (ISC) A 2016. Menurutnya, penentuan pemain tidak dilihat dari satu atau dua kali menjalani seleksi.

“Sebelumnya saya tidak tahu siapa yang datang. Mereka ke sini setelah dianggap baik di video [Youtube]. Tapi saya pikir [mereka] bukan pemain yang matang, karena jika ingin pemain yang matang, maka jadilah [Roman] Abramovich yang bisa membeli siapa saja,” tutur Milo, sapaan Milomir.

“Itu justru menjadi kelemahan setiap tim di Indonesia. Pemain belum banyak berkembang dengan baik, sudah diberhentikan di paruh musim. Padahal mereka cukup bagus saat seleksi.”

“Sementara di sini saya ingin pemain yang ada sekarang lebih menyatu. Kami sudah memulai dengan baik sejauh ini, hanya saja banyak yang cedera, sehingga tidak maksimal. Tetapi mungkin setelah melawan Persib baru ada keputusan besar.”

Sementara itu, striker seleksi asal Brasil Rafael Tardini menyatakan siap memenuhi standar yang diterapkan Arema. Tardini sebelumnya sempat menjalani seleksi di Persela Lamongan, namun menemui kegagalan.

“Saya ke Malang karena kenal dengan Mauro Lucas [pemain seleksi Arema]. Di Indonesia saya juga kenal Thiago Fortuoso [Bhayangkara Surabaya United]. Saya akan berusaha keras untuk bisa menembus seleksi di sini,” tegas Tardini.

“Tapi saya pikir akan berat, karena Arema punya standar tinggi untuk pemain asing, dan saya mencobanya. Saya yakin bisa menyesuaikan diri dengan sepakbola Indonesia, temasuk dengan makanan dan cuacanya. Saya ingin diterima di tim sebesar Arema.” (gk-48)

Topics