Momen Terakhir Suharno Bersama Arema Cronus

Suharno merasa senang latihan Arema diikuti seluruh pemain paska laga persahabatan melawan Persib.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Suharno sempat menyampaikan kegembiraannya melihat skuat Arema Cronus hampir lengkap mengikuti latihan tim menghadapi turnamen Piala Presiden 2015.

Dalam latihan kemarin, sejumlah pemain yang sebelumnya sempat absen usai menghadapi Persib Bandung, seperti Ahmad Bustomi, Arif Suyono, I Gede Sukadana, hingga Made Wardana tampak hadir.

“Saya hari ini [kemarin] merasa senang sekali, karena setelah seminggu laga melawan Persib Bandung selesai, para pemain berkumpul semua. Yang absen hanya entong [Kurnia Meiga] saja, karena sudah izin. Sementara yang lain lengkap,” kata Suharno. 

“Kalau latihan lengkap begini, pelatih bisa mengatur strategi dengan mudah. Tapi hari ini [kemarin] saya menerima informasi laga melawan Persib batal. Jadi tidak apa-apa, karena ya baru hari ini [kemarin] tim komplet. Yang jelas persiapan kini difokuskan kepada Piala Presiden.”

Suharno juga sempat berkelakar soal pemain asing Arema yang masih belum datang. Biasanya, Suharno langsung menyatakan kepada awak media untuk bertanya kepada tim dokter.

“Mungkin Arema akan merekrut Maradona untuk Piala Presiden,” kelakarnya.

Sementara itu, general manager Ruddy Widodo mengungkapkan, dirinya tidak punya firasat apapun. Namun, suasana sebelum dan sesudah latihan Arema memang sedikit berbeda dibandingkan biasanya.

“Sesudah latihan tim, agenda pelatih biasanya adalah meeting bersama. Tiba-tiba kita semua berkeinginan untuk melakukan meeting di rumah makan. Berbeda dengan biasanya, sehingga kami putuskan mencari warung di dekat stadion,” tutur Ruddy.

“Karena sudah malam, Pak Harno usul untuk meeting di mobil sembari jalan, dan kemudian mencari tempat makan di wilayah kota malang. Usul itu disetujui, karena kebetulan saya, Pak Alan [Haviludin], dan Pak [Made] Pasek juga menumpang mobil beliau.”

“Kemudian di tengah perjalanan, Pak Harno yang menyetir mendadak menghentikan mobil, karena dia merasakan mual dan kembung. Pak Made kemudian memberi balsem, karena dikira kembung biasa. Kemudian kemudi saya ambil alih. Ketika berjalan beberapa saat, di daerah Pakisaji Pak Harno meminta kita untuk berhenti, karena dia mau muntah, dan kita bawa ke klinik terdekat,”

“Tetapi kemudian, beliau sudah meninggal, meski sempat mendapatkan pertolongan pertama dari tim perawat di Puskesmas.”

“Beliau adalah pelatih yang berkharisma. Orangnya baik, dan mampu membuat suasana kekeluargaan di tubuh tim.”

Topics