Ortizan Solossa Prihatin Persipura Jayapura Dibubarkan

Topics

Mantan penggawa Mutiara Hitam menyayangkan pembubaran tim, dan berharap Menpora dan PSSI bisa berpikir jernih.

Mantan bek Persipura Jayapura Ortizan Solossa mengaku prihatin dengan pembubaran tim Mutiara Hitam setelah anak asuh Osvaldo Lessa ini tidak menjalani pertandingan di musim 2015.

Sebelumnya, ketua umum Persipura Benhur Tommy Mano telah membubarkan tim akibat pembekuan PSSI. Tommy Mano menegaskan, pembubaran ini akan berlaku hingga pemerintah mencabut pembekuan terhadap PSSI.

“Menurut saya, ini sangat memprihatinkan bagi adik-adik yang ada di Persipura, karena kehidupan mereka ada di sepakbola. Saya berharap kepada Menpora dan petinggi-petinggi lainnya dapat memperhatikan persoalan ini,” ujar Ortizan.

Kekecewaan juga dilontarkan Victor Pulanda. Mantan gelandang Persipura ini menilai pembubaran tim akan memberikan dampak bagi tim. Sebab, selain pemain kehilangan mata pencaharian, tim juga membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk mengembalikan kebugaran jika mereka dikumpulkan lagi.

“Sanggat prihatin dan marah juga dengan kejadian ini. Membutuhkan waktu yang lama untuk mengembalikan kondisi para pemain, dan ini sanggat disayangkan,” ucap Victor.

Sementara itu, anggota DPR-RI asal Papua Barat yang juga merupakan fan Persipura, Jimmy Demianus Idji, menyatakan, pembenahan sepakbola tidak harus melakukan pembekuan terhadap PSSI.

“Sebagai warga Negara saya sanggat mendukung upaya dan niat pemerintah untuk memajukan sepakbola tanah air. Tapi tidak dengan cara membekukan federasi sepakbola, yaitu PSSI,” cetus Jimmy.

“Yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah menindak oknumnya, bukan organisasinya, seperti yang dilakukan Amerika Serikat terhadap oknum pimpinan FIFA. Sepakbola tetap jalan, sehingga tidak ada yang dikorbankan. Kalau ketua PSSI salah, ya diberhentikan saja. Tentunya dengan bukti-bukti kuat seperti yang dilakukan FBI terhadap FIFA.” (gk-58)