Pangkas Kerugian, Manchester City Segera Bebas Dari Sanksi FFP

Kerugian yang diderita City di musim 2013/14 tak sampai setengahnya dari kerugian yang mereka catat pada musim 2012/13.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter

Manchester City resmi mengumumkan laporan kerugian yang mereka catat di sepanjang musim 2013/14. Hasilnya, kerugian yang diderita jawara bertahan Liga Primer Inggris itu tak sampai setengahnya dari kerugian yang mereka catat pada musim 2012/13.

Pada musim lalu, The Citizens mencatatkan kerugian £23,1 juta. Jumlah itu jauh lebih kecil dari yang mereka derita pada musim 2012/13 yang mencapai £51,5 juta. Seperti diketahui, kerugian yang dicatat pada dua musim lalu itu membuat City terbukti melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

UEFA pun menghukum City pada Mei lalu dengan denda €60 juta, meski uang tersebut bisa dikembalikan asalkan klub bisa mematuhi FFP. Tak hanya itu, City juga mendapat hukuman pengurangan jumlah pemain dalam skuat Liga Champions 2014/15 menjadi 21 pemain saja.

Meski demikian, kesuksesan City dalam memangkas kerugian klub pada musim 2013/14 membuat mereka terus berada dalam jalur tepat untuk menaati FFP. Seperti diketahui, FFP membatasi sebuah klub untuk memiliki utang lebih besar ketimbang pendapatannya.

Lebih lanjut, dalam laporan keuangan yang dirilis pada Rabu (3/12) itu, City juga mencatatkan rekor pendapatan sebesar £347 juta. Jumlah ini adalah yang terbesar sejak Sheikh Mansour mengambil alih klub pada 2008.

"Musim ini, Manchester City telah mencapai level baru dalam perkembangan keuangan," tutur direktur eksekutif klub, Ferran Soriano. "Kami telah menganggarkan untuk meraih keuntungan pada musim 2014/2015. Kami berharap bisa memasuki musim 2015/2016 tanpa dijatuhkannya sanksi-sanksi atau pembatasan-pembatasan dari UEFA.”

addCustomPlayer('1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', '', '', 620, 540, 'perf1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', 'eplayer4', {age:1407083158258});RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics