Paul Scholes: Kartu Merah Angel Di Maria Selamatkan Manchester United

Paul Scholes menilai kartu merah Angel Di Maria saat menghadapi Arsenal menjadi titik krusial kebangkitan Manchester United.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Mantan gelandang Manchester United Paul Scholes meyakini bahwa musim Tim Setan Merah diselamatkan oleh kartu merah Angel Di Maria ketika menghadapi Arsenal.

Seperti yang diketahui, pemain asal Argentina itu diusir pada pertandingan Piala FA karena menarik wasit Michael Oliver, kemudian United secara luar biasa memenangkan empat pertandingan setelah itu, termasuk kemenangan atas Tottenham, Liverpool dan Manchester City.

Karena itu, Scholes menilai kartu merah Di Maria membuat pelatih Louis van Gaal memiliki kesempatan untuk menemukan strategi terbaik timnya.

"Saya telah bersikap kritis pada klub lama saya Manchester United di bawah asuhan Louis van Gaal musim ini dan saya harus mengatakan bahwa saya tidak melihat perubahan positif ini ternyata bisa datang," ujarnya kepada Evening Standard. "Sampai-sampai ketika mereka menghadapi Chelsea akhir pekan ini, saya pikir mereka memiliki kesempatan bagus untuk meraih kemenangan.

"Ketika saya melihat ke belakang pada perubahan kunci, saya masih merasa bahwa kartu merah Angel Di Maria melawan Arsenal adalah hal krusial yang memberi kesempatan Van Gaal membangun tim dengan wajah baru."

Pemain seperti Ashley Young dan Marouane Fellaini - yang diyakini tidak akan mendapatkan tempat di posisi reguler - menjelma menjadi pemain kunci dalam kebangkitan United. Tetapi Scholes menilai Juan Mata yang menjadi pemain paling krusial bagi United dalam beberapa pekan terakhir.

"Ketika saya melihat tim, bagi saya ini menjadi keberhasilan para pemain underdog - Juan Mata, Fellini, Young. Semua pemain yang tampaknya akan tersingkir pada awal musim dan sekarang memiliki dampak besar.

"Semua perhatian usai kemenangan derby atas Manchester City terpusat pada Fellaini dan Young, tetapi banyak pujian harusnya untuk Mata.

"Dia telah memberi United ketenangan. Dia bukan pemain sayap, secara konvensional, tetapi dia bisa menusuk dan terlibat dalam pertandingan. Dia selalu mengumpan pada jersey merah dan dia begitu tenang, seperti yang Anda lihat pada penyelesaiannya saat melawan City."

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.