Paulo Dybala, Solusi Pasti Juventus

Sepertinya Juventus sudah harus menyingkirkan ketakutan akan hasil negatif, karena mereka kini punya solusi pasti dalam diri Paulo Dybala.

Sesuai prediksi, meski tajuknya adalah Grande Partita, Juventus sukses menaklukkan AS Roma yang memang sedang sekarat, dalam lanjutan Serie A Italia giornata 21, Senin (25/1) dini hari WIB.

Balas dendam pada pertemuan pertama terlaksana, poin sempurna dipetik untuk lengket menempel Napoli di puncak, dan tentu saja raihan kemenangan ke-11 beruntun berhasil dicapai. Namun raihan itu sama sekali tak didapat dengan mudah, seiring Juve yang mengakhiri laga dengan keunggulan tipis 1-0.

Roma melalui pelatih anyarnya, Luciano Spalletti, secara mengejutkan tampil begitu berani dan disiplin. Penempatan Daniele De Rossi sebagai sweeper dalam skema tiga bek, mampu membuat para penyerang Juve frustrasi. Ditambah kegemilangan Wojciech Szczęsny di bawah mistar, begitu banyak kreasi peluang I Bianconeri terbuang percuma.

Untungnya Juve punya sosok yang mampu tampil sebagai pembeda laga. Siapa lagi jika bukan sang pencetak gol semata wayang, Paulo Dybala.

Sontekan sederhananya di menit ke-77, sukses menjebol jala Roma dan membawa J Stadium berpesta. Ini adalah kesekian kalinya penyerang internasional Argentina tersebut jadi penentu hasil positif La Vecchia Signora.

Kebintangan Dybala bersama Juve memang sudah kentara sejak duel kompetitif pertamanya musim ini, di Piala Super Italia 2015. Namun, meski statusnya juga merupakan pembelian termahal Si Nyonya musim ini, tak ada yang menyangka peran pemain lulusan Instituto de Cordoba itu bisa sekrusial ini.

Keterpurukan Juve pada 10 giornata perdana Serie A musim ini, bahkan tak menghalangi Dybala untuk memancarkan sinarnya. Ia mampu mencetak empat gol dan dua assist, yang memaksa Massimiliano Allegri menjaminnya satu tempat di starting XI.

Segalanya memuncak, ketika Juve memulai tren positif pada giornata 11. Dybala menunjukkan performa fantastis sekaligus kematangan dininya, dengan menyumbang delapan gol dan enam assist dari 11 kemenangan beruntun Tim Hitam-Putih hingga duel melawan Roma.

Dari catatan tersebut, tak hanya sekali Dybala jadi penentu raihan hasil positif Juve layaknya melawan Roma. Anda tentu tak bisa lupa gol tunggalnya ke jala AC Milan, juggling indah yang membuat Laziale bungkam, dan insting dingin dalam mengeksekusi bola mati yang menghancurkan Udinese.

Berdasar statistik, selain torehan gol dan assist, Dybala juga merupakan pemain dengan ranking tertinggi di Juve dalam hal kreasi mencetak gol, tembakan, umpan silang, dan umpan kunci.

Dan bila hanya menghitung kombinasi gol dan assist saja, maka Dybala sudah menyumbang 24 poin dari total 45 yang dimiliki Juve di Serie A saat ini. Benar, persentasenya mencapai 53,3 persen! Singkat kata, kini Dybala merupakan pemain terbaik La Vecchia Omcidi.

Apa yang sudah dilakukan Dybala tak pelak membuatnya dibanjiri pujian. Salah satu yang paling kencang datang dari legenda sepakboal Argentina, Juan Sebastian Veron. Mantan gelandang FC Internazionale tersebut yakin sang bintang muda akan jadi penerus Lionel Messi, sebagai personel Albiceleste yang berjaya di Ballon d'Or.

“Messi adalah Messi, namun akan menyenangkan jika, setelah Leo, ada pemain Argentina lain yang mendominasi. Dia harusnya tidak diganggu, namun saya memiliki harapan besar pada Dybala. Dia tidak boleh dibebani dengan banyak ekspektasi atau tekanan, namun tidak semua pemain bisa pergi ke Juventus di usia muda dan menghadirkan banyak gol," sanjung Veron, seperti dikutip Tuttosport.

Meski begitu nakhoda Juve, Allegri, untuk kesekian kalinya menolak terlena dengan sinar emas Dybala. Ia masih menyoroti beberapa kekurangan sang bomber, yang berpotensi fatal di partai lebih besar. Tapi, nakhoda berusia 47 tahun itu tetap jantan dengan menyanjung gol indah La Joya yang mencabik Tim Serigala.

"Dybala tidak maksimal dalam menyelesaikan servis-servis rekannya. Ia terus melebar di sisi kanan selama babak pertama dan tidak menemukan ruang. Tentu saja, pada akhirnya ia mencetak gol yang luar biasa. Ingat, ia masih muda dan harus banyak belajar," tutur Allegri pasca duel kontra Roma, seperti dikutip Sky Sport Italia.

Ya, La Fidanzata d'Italia tampaknya sudah harus menyingkirkan ketakutan akan hasil negatif, karena mereka kini punya solusi pasti dalam diri pangeran barunya, Paulo "La Joya" Dybala!