Pedro Rodriguez Keluar Mulut Singa Masuk Mulut Buaya?

Topics

Pedro meninggalkan Camp Nou untuk mencari posisi reguler, namun apakah ia sanggup menyegel tempat inti di skuat Jose Mourinho?

Di tengah hiruk pikuk pasar, Chelsea mampir sebentar ke toko Barcelona dan bertemu dengan calon pembeli lain yang sudah terlebih dulu tiba, Manchester United. Di etalase, terpampang jelas Pedro Rodriguez dengan label “dijual”. United tampaknya sudah menatap Pedro lekat-lekat sejak satu jam yang lalu namun belum juga membuat aksi konkret.

Sebuah kesempatan bagus, Chelsea tanpa basa-basi bergerak cepat. Dengan bujuk rayu tertentu seraya menyodorkan uang tunai kepada sang pemilik toko, Pedro akhirnya resmi berpindah tangan dan masuk ke keranjang belanja The Blues. United sekali lagi harus kecolongan di toko yang sama, setelah dalam dua kesempatan beruntun gagal mendapatkan Thiago Alcantara dan Cesc Fabregas.

Kira-kira begitulah ilustrasi sederhana dari misi pencurian Pedro oleh Chelsea yang sukses membuat United menanggung malu karena kembali gagal mendapatkan pemain dari Barcelona.

Ya, pada Kamis (19/8) kemarin, The Blues memastikan kedatangan Pedro dari Camp Nou dengan nilai transfer mencapai £21,4 juta (€30 juta) dan kontrak berdurasi empat tahun. Padahal, striker internasional Spanyol itu santer dikabarkan akan berlabuh ke Old Trafford, namun justru berbalik arah menuju Stamford Bridge.

 

A photo posted by Chelsea FC - Official (@chelseafc) onAug 20, 2015 at 10:35am PDT

Uang sepertinya bukan masalah bagi kedua raksasa Liga Primer Inggris itu untuk menggaet Pedro, pemain yang sudah bergelimang trofi bersama Barca dalam tujuh tahun terakhir. Namun, Chelsea punya senjata yang tidak dimiliki United: Marina Granovskaia, Jose Mourinho, dan Cesc Fabregas.

Granovskaia, sang wanita perkasa di Chelsea yang menjadi kaki tangan Roman Abramovich, membuat manuver gesit dengan mengurusi tetek bengek transfer dengan Barca. Mourinho dan Fabregas lantas melakukan tugasnya dengan cerdik, menelepon dan membujuk Pedro supaya lebih memilih terbang ke London ketimbang Manchester. Misi terlaksana sempurna.

"Mourinho adalah salah satu alasan utama mengapa saya berada di sini. Ia beberapa kali menelepon saya dan mengatakan bahwa dia membutuhkan saya agar tim menjadi lebih kuat. Saya ingin sekali bermain di bawah asuhannya," ujar Pedro di laman resmi Chelsea.

Penyerang berusia 28 tahun itu menambahkan, "Saya juga berbicara dengan Cesc. Kami adalah sahabat yang sangat baik. Saya tahu kalau saya akan merasa seperti di rumah sendiri di klub ini dan itulah salah satu alasan mengapa saja memutuskan bergabung.”

Transfer sudah tuntas, namun Pedro tidak lantas boleh berleha-leha. Janji manis Mourinho untuk memberikan tempat inti bagi Pedro tentu saja harus disadari bukan jaminan 100 persen. Pedro harus belajar dari masa lalunya di Barca.

Sejak Neymar dan Luis Suarez menyatu dengan Lionel Messi untuk menciptakan tridente mematikan, Pedro jelas terpinggirkan. Barcelona berjaya di musim 2014/15 lewat treble bersejarah dengan trio MSN sebagai aktor protagonisnya. Sudah barang tentu Pedro tidak puas hanya berperan sebagai figuran di klub yang sudah ia perkuat sejak remaja di La Masia.

Di Chelsea, situasinya sedikit berbeda. Dengan Eden Hazard sebagai bintang utama di sektor sayap kiri, maka pesaing utama Pedro ada di sisi kanan, yakni Willian dan Juan Cuadrardo. Nama terakhir boleh dicoret setelah yang bersangkutan tidak mendapat kesempatan bermain yang layak sejak didatangkan pada Januari lalu. Menurut laporan terkini, kedatangan Pedro membuat pemain Kolombia itu berencana hengkang dengan Juventus menjadi klub terdepan yang akan menggaetnya.

Maka, pesaing utama Pedro adalah Willian. Gelandang Brasil itu merupakan favorit Mourinho sejak didatangkan dari Anzhi Makhachkala dua tahun lalu karena etos kerja dan kemauannya dalam bertahan. Namun, torehan yang hanya delapan gol di Chelsea membuat posisi Willian terancam oleh Pedro yang di Barca memiliki statistik kasar satu gol per tiga pertandingan.

Kecepatan dan penempatan posisi menjadi senjata utama Pedro untuk menggeser Willian. Tidak sulit membayangkan jika nantinya Pedro berlari menusuk ke kotak penalti dari pinggir lapangan sambil menyambut umpan cantik dari Fabregas. Bukan main jadinya jika ada gol-gol rutin dari Pedro yang diarsiteki Fabregas. Dari sudut pandang ofensif, poros dahsyat dari duo eks Blaugrana ini tentu akan dinilai lebih tinggi ketimbang Fabregas dengan Willian atau Cuadrado.

Walau begitu, muncul persoalan jika membicarakan skema defensif Chelsea dengan Pedro. Agresivitas Pedro tidak dibarengi oleh sikap sigapnya dalam bertahan, sesuatu yang sangat dituntut oleh Mourinho sehingga membuat beberapa korban berjatuhan seperti Juan Mata misalnya.

Terlebih, pos bek kanan yang dikuasai Branislav Ivanovic saat ini sedang menjadi titik terlemah Chelsea. Pedro tidak bisa menawarkan proteksi maksimal terhadap sisi kanan belakang The Blues seperti yang selama ini dilakukan Willian. Menilik situasi terkini, jika Pedro dan Ivanovic sama-sama merumput, lini kanan Chelsea bakal makin terekspos.

Solusi sementara adalah dengan menempatkan Cesar Azpilicueta ke posisi aslinya menggeser Ivanovic. Bek kiri? Mou tentu berharap rekrutan anyar dari Augsburg, Baba Rahman, bisa langsung nyetel. Sedikit berisiko memang, namun back four Chelsea bakal lebih dinamis dan energik.

Namun, Pedro datang bukan cuma untuk menjadi pesaing Willian atau Cuadrado. Versatilitas sang penyerang -- dengan mampu bermain di sayap kanan, kiri, dan bahkan tengah seperti yang selama ini ia ditunjukkan bersama Barca -- menjadikan kehadiran Pedro di Stamford Bridge terasa krusial.

Musim lalu, Chelsea menjadi klub Liga Primer yang paling hemat menggunakan pemainnya dengan hanya memasang 20 pemain. Tujuh penggawa inti mereka bahkan bermain lebih dari 30 partai. Di sini, Pedro bisa menjadi obat penawar canggih agar lini depan Chelsea tidak hanya bergantung pada Hazard, Diego Costa, Willian. Apalagi, Costa, Radamel Falcao, dan Loic Remy masih megap-megap mencapai kondisi fisik terbaik.

Bagaimanapun, kedatangan Pedro tidak langsung serta merta memecahkan seluruh masalah Chelsea. Catatan memasukkan dua gol dan kemasukan lima gol dalam dua partai pembuka Liga Primer masih menjadi PR bersama. Namun, bersama Pedro, Chelsea telah menunjukkan ambisi untuk tidak menyerah begitu saja dalam mempertahankan titel.

Di Chelsea, para pesaing Pedro memang tidak se-wah Messi, Suarez, Neymar. Tetap saja, Pedro harus bekerja keras menembus Starting XI Chelsea agar peribahasa “keluar mulut singa, masuk mulut buaya” tidak berlaku baginya.