Pelatih Persis Solo Soroti Kebugaran & Wasit

Aris Budi menilai pertandingan berlangsung menarik, namun Persis mudah kehilangan konsentrasi.

Pelatih Persis Solo Aris Budi Sulistyo menilai faktor kelelahan, dan kepemimpinan wasit menjadi penyebab kekalahan 2-1 yang diterima anak asuhnya dari Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini dalam laga perdana Grup A Piala Polda Jateng kemarin.

Menurut Aris Budi, stamina pemain kedodoran, karena mereka meladeni Arema Cronus di laga persahabatan dua hari sebelum duel melawan Persijap. Kondisi ini membuat para pemainnya mudah kehilangan konsentrasi.

“Pola permainan di babak pertama tak terlihat. Pemain terburu-buru, dan sering salah passing,” ungkap Aris Budi.

Tak hanya itu. Kepemimpinan wasit juga menjadi sorotan. Aris Budi menilai Rohmat Sabani tidak melakukan handsball, sehingga Persis tidak seharusnya mendapatkan hukuman penalti.

“Pertandingan berjalan apik dan terbuka, sayang wasit masih seperti dulu. Tapi secara umum permainan anak-anak sudah baik. Terbukti di babak kedua mendominasi, dan menciptakan banyak peluang. Kami akan evaluasi setelah dari Jepara. Peluang lolos masih terbuka, karena turnamen ini home-away,” tutur Aris. 

Sementara itu, pelatih Persijap Jepara Anjar Jambore Widodo mengapresisasi kerja keras pemainnya. Menurut Anjar, seharusnya Persijap bisa memenangi laga lebih dari dua gol. Ditambahkan, sepanjang babak pertama, Anam Syahrul dkk berhasil mengurung Persis dengan menciptakan beberapa peluang emas.

“Sebenarnya Noorhadi bisa menceploskan dua gol awal, jika lebih tenang. Kedua peluang yang dia dapat 100 persen harus gol. Tapi bola masih melenceng,” ujar Anjar.

“Kedua tim bermain terbuka, saling serang. Kerja keras sudah ditunjukkan pemain. Berkumpul hanya tiga hari, bisa memperlihatkan kesolidan tim. Persis di babak kedua juga bermain bagus. Kekurangan di laga perdana ini menjadi bahan evaluasi di laga selanjutnya.” (gk-18)