Pelatih Puji Mental Pemain PSIS Semarang

Dofir merasa puas dengan hasil imbang, sedangkan pelatih Persis menuding penundaan final membuat pemain tak maksimal.

Pelatih PSIS Semarang M Dofir memuji mental anak asuhnya ketika bermain imbang tanpa gol melawan Persis Solo dalam pertandingan leg kedua final Piala Polda Jateng 2015 di Stadion Manahan kemarin.

Bermain di hadapan pendukung Persis, penggawa PSIS mendapat tekanan psikologi. Suporter tuan rumah menyoraki para pemain PSIS sejak menit pertama dengan beberapa nada rasis. Dofir mengaku puas dengan hasil imbang, dan ketahanan mental pemain mendapatkan pujian dari sang pelatih.

“Modal berharga untuk lanjutan leg pertama di Semarang. Peluang besar menjadi juara di turnamen ini. Namun saya tetap meminta pemain tidak berpuas diri, dan tetap fokus,” tegas Dofir.

“Salah satu kunci kesuksesan kami menahan Persis [terletak] pada mental bertanding pemain. Anak-anak tampil dengan mental juara yang luar biasa, tak terpengaruh sorakan dari suporter tuan rumah.”

Sementara itu, pelatih Persis Aris Budi Sulistyo menuding beberapa kali penundaan laga final menjadi penyebab performa anak asuhnya tidak maksimal, sehingga berimbas pada menurunnya mental bertanding Bayu Andra dkk. 

“Hasil seri tanpa gol tidak sesuai dengan harapan. Ya, penundaan laga final beberapa kali memengaruhi mental bertanding. Pola permainan juga tak bisa berjalan maksimal,” papar Aris.

Skor kacamata di Manahan itu membuat langkah skuat Laskar Sambernyawa cukup berat guna merengkuh gelar juara. Dengan hasil ini, PSIS masih unggul agregat 1-0 atas Persis. Laga lanjutan leg pertama direncanakan dilanjutkan di Stadion Jatidiri, Minggu (2/8).

“Evaluasi kami lakukan usai laga ini. Banyak pelajaran yang kami petik. Lini tengah kalah dalam penguasaan individu,” sambung Aris. (gk-18)