Pelatih Thailand U-23 Punya Kenangan Manis Di Indonesia

Topics

Semasa jadi pemain, Choketawee pernah mengalahkan Indonesia di ajang SEA Games.

Tak bisa dimungkiri, tim nasional Thailand U-23 merupakan tim favorit untuk meraih medali emas cabang sepakbola SEA Games 2015. Itu dibuktikan mereka pada fase grup B. Di mana Sarach Yooyen dan kawan-kawan mampu mengoleksi nilai sempurna 15 dari lima laga yang telah dijalani.

Hebatnya, mereka mampu melesakkan 16 gol dan hanya kebobolan satu gol. Tentunya ini akan menjadi lawan yang sulit bagi Indonesia U-23 pada babak semi-final di Stadion Nasional, Kallang, malam ini.

Torehan yang dicapai tim Gajah Perang tentunya tak bisa lepas dari peran pelatih mereka, Choketawee Promrut. Dia berhasil membangun tim yang bisa dibilang, warisan dari koleganya Kiatisuk Senamuang untuk menjadi lebih solid.

Nah, sebelum bentrok antara tim Garuda Muda kontra Thailand U-23, ada sisi menarik dari pelatih kelahiran 16 Maret 1975 itu.

Choketawee merupakan salah satu andalan di timnas Thailand ketika masih aktif sebagai pemain. Dia biasa berposisi sebagai bek maupun gelandang bertahan. Yang menarik adalah, mantan pemain Thai Farmer Bank itu pernah punya kenangan manis di Indonesia.

Pasalnya, Choketawee mencetak gol perdananya untuk timnas Thailand pada SEA Games 1997 di Jakarta. Ketika itu, pria yang kini berusia 40 tahun itu mencetak gol penentu kemenangan 2-1 Thailand atas Myanmar di laga pembuka grup B.  

Dan seperti diketahui, pada SEA Games kala itu, Thailand berhasil memboyong medali emas setelah menaklukkan tuan rumah Indonesia lewat drama adu penalti. Kebetulan, dalam skuat Garuda saat itu juga terdapat Aji Santoso, yang kini menjadi pelatih Indonesia U-23.

Artinya, semasa jadi pemain Choketawee pernah menaklukkan Aji. Ketika masih aktif bermain, pria yang mengakhiri kariernya bersama timnas Thailand pada 2005 tersebut tercatat sudah memperkuat sepuluh klub. Selain Thai Farmer, dirinya juga pernah membela Tampines Rovers, Hoang Anh Gia Lai, hingga Johor FA. 

Jika bicara karier kepelatihan, pengalaman Choketawee memang tidak sebanyak Aji yang setidaknya sudah melatih lima klub profesional sebelum akhirnya ditunjuk menjadi pelatih Indonesia U-23.

Dalam jejak rekamnya, Choketawee langsung ditunjuk menjadi asisten pelatih Thailand U-23 di bawah asuhan Kiatisuk Senamuang, saat meraih medali emas SEA Games 2013 dan menduduki peringkat keempat Asian Games 2014. Dia juga menjadi asisten Kiatisuk di timnas senior Thailand, hingga akhirnya diberikan tongkat estafet menangani Thailand U-23 di SEA Games kali ini.

Artinya, ketika masih menjadi asisten pelatih Choketawee juga pernah mengalahkan Aji pada SEA Games 2013 yang mana ketika itu juga menjadi asisten Rahmad Darmawan. Seperti diketahui, pada final SEA Games 2013, Thailand U-23 membungkam Indonesia U-23, 1-0. Begitu pula, di Asian Games 2014 saat Thailand U-23 menang telak 6-0 atas Indonesia U-23 pada fase grup E, ketika Aji sudah menjadi pelatih kepala.

Dan kini, Kelihaian mereka dalam meracik tim sebagai pelatih kepala akan diuji pada laga nanti. Menarik untuk ditunggu siapa yang kali ini akan memenangkan pertarungan di antara keduanya.