Pelita Bandung Raya Bakal Digugat Mantan Pelatihnya Ke FIFA

Darko Daniel Janackovic menuturkan pihak PBR tidak membayar kompensasi gajinya sesuai perjanjian yang telah disepakati pada Desember 2013.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter

Klub Pelita Bandung Raya ternyata masih memiliki masalah dengan mantan pelatih mereka, Darko Daniel Janackovic. PBR sendiri memutuskan hubungan dengan Janackovic pada musim lalu lantaran menilai pelatih berdarah Serbia-Prancis itu tidak satu visi dengan klub.

Padahal, kontrak Janackovic saat itu berdurasi tiga tahun. Nah, negosiasi kompensasi gaji yang harus diterima Janackovic inilah yang saat ini terus menjadi perdebatan kedua belah pihak. Meski, sudah pernah dimediasi oleh PSSI maupun PT Liga Indonesia.

"Setelah saya menandatangani perjanjian pada Desember 2013, saya berpikir masalah saya dengan PBR telah selesai. Tapi, setelah Januari dan Februari mereka membayar saya, Maret mereka memulai masalah seperti yang dikatakan Marco Gracia Paulo (Direktur PT Kreasi Performa Pasundan, pengelola PBR) yang hanya akan memberikanku 60 persen dari total keseluruhan," kata Janackovic, melalui surat elektroniknya kepada Goal Indonesia.

Mantan pelatih Persib Bandung itu menambahkan, hingga 20 Juli dirinya tidak memiliki satu dollar US pun dari perjanjian yang disepakati untuk Januari-Desember 2014. Total, semestinya dia menerima gaji 156 ribu dollar US (sekitar Rp1,8 miliar) untuk kontraknya selama tiga tahun.

Pada tanggal itu, PBR telat untuk membayarkan 43 ribu dollar US sesuai dengan perjanjian yang mereka sepakati. "Dalam sepuluh hari, itu akan menjadi lebih besar 13 ribu dollar US," tambahnya.

Janackovic pun sudah mencoba berkali-kali untuk bertemu dengan pihak PBR guna membicarakan hal ini. Tapi, selalu tak mendapatkan tanggapan positif. "Saya tidak memiliki pilihan lain dan akan menyerang PBR di FIFA dan juga PSSI maupun PT Liga," tegasnya.

Dia pun telah mengirimkan perjanjian itu kepada pengacaranya untuk menindaklanjuti kasus ini. "Saya tidak bisa menunggu lagi, saya memiliki sebuah keluarga dan mereka tidak peduli tentang itu. Saya akan datang ke Indonesia secepatnya untuk bertemu Mr. Joko (Driyono) dan PT Liga untuk menyelesaikan masalah ini, serta mengambil seorang pengacara di Jakarta," tuturnya.

"Total mereka tinggal membayar saya 113 ribu dollar US dari Maret 2014," tutupnya.

>

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.