Pemain Gresik United Minim Komunikasi

Bagoes berharap minimnya komunikasi antarpemain bisa teratasi di lima laga sisa putaran dua ISL wilayah barat.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI GRESIK
Manajemen Gresik United berharap para pemain bisa lebih meningkatkan komunikasi di atas lapangan agar Laskar Joko Samudro dapat memperoleh hasil positif di sisa laga putaran dua Indonesia Super League (ISL) 2014.

Harapan itu dilontarkan setelah manajemen melakukan evaluasi di jeda kompetisi. Dari evaluasi awal disimpulkan, skuat Laskar Joko Samudro saat ini kurang kompak dan komunikatif.

Menurut manajer Gresik United Bagoes Cahyo Yuwono, kondisi itu yang menyebabkan organisasi permainan tidak bisa berkembang secara baik, meski materi pemain tidak kalah mentereng dengan kontestan lain di wilayah barat.

“Saya melihat antara pemain satu dan lainnya belum bisa saling terbuka. Harusnya biar terdapat sinergi di lapangan, mereka harus bisa menjalin komunikasi secara apik, baik itu di dalam maupun di luar lapangan,” ungkap Bagoes.

Bagoes menilai lini belakang merupakan sektor paling parah dalam hal komunikasi. Imbasnya, dari 15 pertandingan yang sudah dilakoni, gawang mereka sudah bobol 28 kali. Padahal, barisan depan baru sanggup menyarangkan 14 gol. Catatan tersebut, membuat Gresik United menjadi tim kedua pemilik selisih gol buruk di wilayah barat setelah juru kunci Persijap Jepara.

“Padahal kalau dilihat dari materi pemain, kami juga punya [Otavio] Dutra, Dedi Indra, dan Lan Bastian di pertahanan. Sementara kiper, ada tiga nama yang cukup mumpuni. Selain Aji Saka yang baru gabung, juga ada Sukasto [Effendi], dan Hery [Prasetyo],” terangnya.

Untuk itu, ia berharap, para penggawa Gresik United sadar, dan untuk sementara bisa menghilangkan ego demi kebaikan dan prestasi tim.

“Semoga pemain cepat menyadarinya. Kami juga tak diam, karena kami kerap mengimbau akan hal itu. Selain itu, kami juga berharap pada beberapa pemain baru seperti, Aji Saka, Aang [Suparman], Ikhwani [Hasanudin], dan Wismoyo, mampu memberikan energi positif dalam memperkokoh pertahanan,” harap Bagoes.

Manajemen Gresik United sudah menargetkan, tim harus bisa terhindar dari degradasi dengan mendapatkan poin sebanyak-banyak di lima pertandingan sisa mereka di ISL musim ini.

“Mampu menahan imbang tim sebesar Arema [Cronus] adalah pencapaian yang maksimal, meski kami bertindak sebagai tuan rumah. Kami melihat permainan anak-anak sudah bagus. Ke depannya kami harus meningkatkannya lagi,” ucap Bagoes.

Gresik United menyisakan lima pertandingan di ISL 2014. Selepas libur kompetisi, Shohei Matsunaga dkk akan dijamu Barito Putera pada 15 Agustus, serta secara berurutan menjamu Sriwijaya FC (20/8) dan Persita Tangerang (24/8) di Stadion Petrokimia. Gresik selanjutnya dijamu Persijap Jepara (28/8), serta menutup laga tandang di markas Persik Kediri (31/8). (gk-43)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.