Pemain Persebaya Surabaya Berharap Gaji Segera Dilunasi

Greg Nwokolo meminta manajemen menghargai keringat yang telah dikucurkan pemain untuk memberikan prestasi.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI SURABAYA Kendati telah menerima bonus berkat kemenangan dari Persiram Raja Ampat, para penggawa Persebaya Surabaya berharap agar tunggakan gaji selama dua bulan segera dicairkan manajemen klub.

Setelah memenangkan pertandingan lawan Persiram, manajemen Persebaya memberikan bonus sebesar Rp92 juta. Namun, bonus tersebut tak membuat para pemain melupakan gaji mereka yang belum dibayarkan.

“Selama ini, untuk bonus memang selalu lancar. Tapi pemain juga berharap mereka juga secepatnya mendapatkan pelunasan gaji. Kami semua berharap, manajemen menghargai setiap keringat yang menetes demi prestasi Persebaya,” ujar kapten tim Greg Nwokolo.

Pencairan bonus dari laga melawan Persiram kemunginkan menjadi langkah manajemen untuk mendinginkan suasana tim. Padahal, bonus sejumlah Rp92 juta terasa tidak ada apa-apanya, jika dibanding besaran gaji yang harus dikeluarkan manajemen selama satu bulan, yakni mencapai Rp1,5 miliar.

“Belum cairnya gaji pemain, bukan berarti kami tidak bisa memberikan hak berupa bonus kepada tim. Kami selalu berusaha menyerahkan bonus sebelum keringat pemain kering," tegas asisten manajer Persebaya, Amran Said Ali.

Kondisi ini tentunya bakal mengganggu psikologi pemain menjelang duel melawan Persiba Bantul, Kamis (14/8). Ini menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran pelatih Persebaya, apalagai menyusul bertumbangannya sejumlah pemain akibat terserang sakit.

Pelatih Rahmad Darmawan mengungkapkan, Ambrizal tengah terserang flu, dan Novri Setiawan mengalami demam cukup tinggi. Sakit yang menimpa kedua pemain ini membuat RD, sapaan Rahmad, waspada. Ia meminta pemain menjaga kesehatannya masing-masing, dan pun mengimbau skuat Bajul Ijo disiplin dalam memanfaatkan waktu istirahat, serta rajin mengkonsumsi vitamin dan asupan gizi.

“Mereka harus istirahat, agar bisa segera pulih. Khusus untuk Novri, harus menjalani cek darah. Karena kami khawatir, ia terkena demam berdarah atau gejala tifus,” ungkap RD.

“Kalau kebetulan kondisi tubuh turun, pasti akan mudah terserang penyakit. Ini yang harus diwaspadai oleh para pemain, tidak boleh meremehkannya. Mudah-mudahan, pemain bisa tetap bugar dan profesional dalam menjaga kondisinya.” (gk-43) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.